Penjelasan Dinsos soal 17 Warga Gagal Terima BST

  • Whatsapp
Penjelasan Dinsos soal 17 Warga Gagal Terima BST
Kepala Dinsos Lamandau, Hj Endang Rustiningsih, mengadakan rapat koordinasi bersama dengan lurah Nanga Bulik dan perwakilan pemerintah kecamatan Bulik untuk mencari solusi atas gagalnya 17 warga RT 02 B keluaran Nanga Bulik sebagai penerima BST Kemensos, Kamis (4/6/2020). TABENGAN/KARAMOI

NANGA BULIK/tabengan.com – Keluhan Ketua RT 02 B, Kelurahan Nanga Bulik, GT. Moch. Yamin S, tentang tidak masuknya 17 orang warganya ke dalam daftar penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos RI langsung direspon pihak pemerintah kelurahan Nanga Bulik dan juga pihak Dinas Sosial (Dinsos) Lamandau.

Kamis (4/6/2020), Dinas Sosial Kabupaten Lamandau langsung menggelar rapat koordinasi dengan pemerintah Kelurahan Nanga Bulik serta pemerintah Kecamatan Bulik, di ruang rapat Kantor Dinsos Lamandau.

Rapat itu dilakukan untuk mencari tahu dimana sebenarnya akar permasalahan mengapa 17 warga RT 02 B yang diusulkan tidak masuk dan gagal mendapat BST Kemensos, sekaligus mencari solusinya.

Dalam kesempatannya, Lurah Nanga Bulik, Tania Pinkan menyatakan, bahwa setelah mendapat arahan dari Dinsos Lamandau tentang proses pengusulan penerima BST, pihaknya langsung menyampaikan ke setiap RT agar segera mendata warganya masing-masing yang akan diusulkan untuk menjadi penerima program manfaat tersebut.

“Saya langsung memberitahu setiap Ketua RT untuk segera mendata warganya. Agar kami juga punya waktu untuk kroscek data yang disesuaikan dengan KK,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut dia, setelah mendapat informasi dari kami, seluruh RT di Kelurahan Nanga Bulik pun dengan segera memberikan data usulan penerima BST tersebut, terkecuali RT 2B.

“Memang, sebelum deadline Pak Yamin (Ketua RT 02 B) datang ke kantor pada siangnya, tapi tidak bertemu karena saat itu saya lagi melaksanakan sholat. Lalu, dia datang kembali beberapa saat setelahnya menemui saya, namun tidak untuk memberikan data usulan. Beliau malah meminta masker untuk dibagikan,” jelasnya.

Hingga batas waktu yang telah ditentukan tiba, imbuh dia, RT 02 B tidak juga memberikan data usulan untuk penerima BST tersebut. Beberapa hari setelah deadline, RT 02 B Kelurahan Bulik barulah menyampaikan data usulan tersebut.

“RT 2B ini melebihi deadline menyerahkan datanya. Tapi saya tetap menyarankan untuk tetap meneruskan data tersebut ke Dinas Sosial Lamandau,” terang dia.

Di tempat yang sama, Kepala Dinsos Kabupaten Lamandau, Hj Endang Rustiningsih, tidak menampik adanya data usulan dari RT 02 B Kelurahan Nanga Bulik tersebut. Namun, seperti yang disampaikan Lurah Bulik, sudah telat untuk diusulkan menjadi penerima BST Kemensos RI.

“Meski begitu, data tersebut bakal diusulkan untuk menjadi penerima BLT Provinsi Kalteng. Bahkan jikapun tidak bisa terakomodir dalam BLT Provinsi Kalteng, para warga tersebut bisa diusulkan ke dalam bantuan sosial lainnya,” jelasnya.

Kami, kata dia lagi, pasti akan mengupayakan mereka (17 warga RT 02 B Nanga Bulik) untuk mendapatkan bantuan, selama tidak tumpang tindih. Jadi mohon bersabar, kami tetap upayakan. c-kar

Pos terkait