Satu Keluarga di Mentaya Hilir Selatan Positif Covid-19

  • Whatsapp
Satu Keluarga di Mentaya Hilir Selatan Positif Covid-19

SAMPIT/tabengan.com – Satu keluarga di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinyatakan positif Covid-19. Satu keluarga yang terdiri dari lima orang tersebut, diketahui terpapar Covid-19 setelah mereka menjalani pemeriksaan swab dan juga rapid test massal di Pasar Samuda belum lama ini.

“Sebelumnya kelima orang ini hasil rapid tesnya reaktif, kemudian kita lakukan pemeriksaan lanjutan yakni swab dan hasilnya positif,” kata Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim yang juga Bupati Kotim H Supian Hadi saat konferensi pers di Posko Gugus Tugas Kotim, Kamis (4/6/2020).

Dikatakan Supian, kelima orang pasien dengan kode 021, 022, 023, 024, 025 tersebut sudah dirawat di ruang isolasi di Klinik Covid-19. Setelah dilakukan tracing, menurutnya kemungkinan besar satu keluarga tersebut terpapar dari kluster Bogor. Dengan adanya penambahan pasien positif Covid-19 total ada 8 orang pasien yang kini masih dirawat. Selain itu Supian juga menyampaikan untuk hasil rapid tes di Pasar Samuda, ada enam orang yang dinyatakan reaktif. Dimana lima diantaranya sudah diketahui hasilnya dan positif, sementara satu orang lagi masih belum diketahui karena hasil swab belum keluar.

“Kemudian dipasar subuh ada tiga orang, pasar keramat ada dua orang,PPM tiga orang dan pasar samuda sisa satu orang. Kita berharap semua hasilnya negatif,” katanya.

Sementara itu Supian tetap berharap tim dari gugus tugas dan juga SOPD terkait memperketat dan meningkatkan kewaspadaan bagi para pendatang yang masuk ke Kotim khususnya dari zona merah. Sebab ia mengamati penularan Covid-19 rata-rata berasal dari luar daerah, dan tidak ada terjadi penularan lokal. Menurutnya jika ada tanda-tanda warga pendatang yang terindikasi Covid-19 lebih baik segera dilaporkan untuk diperiksa terlebih dulu.

“Kita semua harus waspada karena Covid-19 ini bisa ada dimana saja. Tidak hanya di pasar di kantor di rumah ibadah maupun tempat yang berkerumun lainnya semua berpotensi ada,” terangnya. c-may

Pos terkait