Covid-19 Kalteng Dekati 500, Meninggal 3

  • Whatsapp
Covid-19 Kalteng Dekati 500, Meninggal 3

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran mengatakan, kasus terkonfirmasi positif di Kalteng kembali bertambah. Sebanyak 28 orang terkonfirmasi positif, sebanyak 18 orang dari Kabupaten Kapuas, 5 dari Palangka Raya, 3 dari Kabupaten Murung Raya, dan masing-masing 1 orang dari Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Gunung Mas.

Bertambahnya terkonfirmasi positif, lanjut Sugianto, membuat angka terkonfirmasi positif mendekati 500 orang, atau tepatnya 454 orang. Bertambahnya terkonfirmasi positif, dibarengi dengan jumlah pasien yang sembuh dan meninggal dunia. Sebanyak 6 pasien dinyatakan sembuh, membuat angka sembuh di Kalteng naik menjadi 192 pasien, dari sebelumnya 186 pasien.

“Angka meninggal dunia juga mengalami kenaikan. Sebanyak 3 orang meninggal dunia, 1 dari Palangka Raya, dan 2 dari Kabupaten Kapuas. Meninggalnya 3 orang ini membuat angka meninggal dunia bertambah menjadi 24 orang. Ini pula membuat persentase angka kematian meningkat dari sebelumnya 4,9 persen, naik menjadi 5,3 persen,” kata Sugianto, Rabu (3/6).

Jumlah pasien dalam perawatan, kata Sugianto, berjumlah 238 pasien. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berkurang 1 pasien, dari sebelumnya 63 pasien menjadi 62 pasien. Orang Dalam Pemantauan bertambah 8 orang menjadi 194 orang dari sebelumnya 186 orang. Sementara itu, total tes RT-PCR mencapai 1.718. Dengan 545 dinyatakan positif, 613 dinyatakan negatif, dan 651 sedang dilakukan pemeriksaan.

Dua PDP Kabur
Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Barat Bambang Suherman menyoroti kaburnya 2 PDP Covid-19 dari RS Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dan keduanya dinyatakan terinfeksi Covid-19. Hal itu sebagai evaluasi untuk lebih tingkatkan lagi sistem pengamanan rumah sakit rujukan Covid-19.

Menurut Bambang, pada saat rapat evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kobar, kaburnya 2 orang itu jadi bahan pembahasan dan Dinas Kesehatan Kobar pun membenarkan hal tersebut.

“Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kobar, satu orang berhasil telah ditemukan dan satu orang lagi saat ini berada di Pulau Jawa. Kejadian ini sebagai evaluasi, harus ada peningkatan dalam standar operasi maupun prosedurnya dalam menangani pasien-pasien seperti ini. Bagaimana security-nya, keamanannya dan penjagaannya,” kata Bambang, Rabu (3/6).

Dia meminta Tim Gugus Tugas Percepatan Covid 19, menjadikan kejadian ini pertama dan terakhir dan lakukan evaluasi SOP. Jika tidak bisa, dinas bisa minta bantuan TNI atau polisi.

Lanjut Bambang, Gugus Tugas Covid-19 Kobar tetap harus lakukan tracing terhadap orang yang kabur, bahkan satu orang saat ini berada di Wonosobo, sebab sebelumnya kedua orang itu berada di Desa Sei Tendang. ded/c-uli

Pos terkait