Larangan Keluar Palangka Raya, ASN dan TNI/Polri Wajib Tunjukkan Surat Tugas

  • Whatsapp
Larangan Keluar Palangka Raya, ASN dan TNI/Polri Wajib Tunjukkan Surat Tugas
Tim Gugus Tugas Covid-19 di Pos Libas Kecamatan Sebangau saat memeriksa surat keterangan bebas Covid-19 dari seorang pendatang yang ingin memasuki Kota Palangka Raya, Selasa (2/6).
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengeluarkan surat keputusan terkait pembatasan arus masuk orang yang datang dari luar wilayah kota setempat, dengan nomor 188.45/266/2020 yang berisikan langkah-langkah strategis untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya Alman Pakpahan menjelaskan, mekanisme pelaksanaan pembatasan arus masuk orang yang datang dari luar wilayah, yaitu dengan cara pemeriksaan kartu identitas, suhu tubuh, dan melaporkan rencana tujuan dan riwayat perjalanan kepada petugas di pos lintas batas yang berada di Kelurahan Pahandut Seberang dan Kecamatan Sebangau.

Namun, jelas Alman, hal tersebut dikecualikan untuk pemenuhan layanan kesehatan, pelaksanaan kerja tim gugus tugas, pelaksanaan ekonomi penting, transportasi layanan kebakaran, layanan hukum, keamanan, ketertiban umum, kedukaan dan layanan darurat, serta operasi bandara dan pelabuhan, bantuan dan evakuasi, serta organisasi operasional terkait.

“Selanjutnya, kendaraan bermotor, baik roda 2 dan roda 4 yang membawa penumpang dibatasi, dengan ketentuan kendaraan roda 4 wajib membatasi jumlah orang maksimal 50 persen dari kapasitas. Dan untuk angkutan barang, dalam operasionalnya dapat mengangkut penumpang tambahan satu orang kernet,” jelas Alman, Selasa (2/5).

Ditegaskannya, setiap orang yang bukan penduduk Palangka Raya wajib menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19, berdasarkan PCR test atau hasil rapid test non reaktif yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang dan memiliki kompetensi.

Sedangkan bagi ASN, pegawai honor pemerintah, pegawai bank, BUMN, BUMD, TNI, Polri yang melakukan perjalanan dari dan ke arah luar kota wilayah Palangka Raya, wajib menunjukkan surat keterangan, surat tugas atau surat izin keluar kota dari pimpinan.

“Apabila penduduk dengan KTP Kota Palangka Raya yang datang dari wilayah zona merah, maka wajib menandatangani surat pernyataan karantina mandiri selama 14 hari dan menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) tim kesehatan. Dan secara umum, penanganan terhadap arus masuk orang yang datang bisa berupa pemulangan ke daerah asal, isolasi, karantina dan tindakan medis,” ujarnya.

Sedangkan bagi setiap pengendara yang membawa angkutan logistik dan distribusi barang, wajib menunjukkan surat keterangan negatif Covid-19 atau berdasarkan pertimbangan teknis dan mendesak dari tim lintas batas.

Alman menambahkan, selama pemeriksaan sejak 11-29 Mei lalu, Pos Libas Kelurahan Pahandut Seberang untuk total orang yang diperiksa 2.920 orang, mobil 76 unit, motor 1.087 unit, truk 224 unit, angkutan bahan pokok 24 unit, angkutan BBM 28 unit, travel putar balik 9 unit, kendaraan putar balik 15 unit, orang tak menggunakan masker 4 orang dan suhu tubuh di atas 37 derajat Celcius tidak ada, serta ada 81 unit kendaraan angkutan barang yang melintas dan menyertakan hasil rapid test.

Sementara itu, untuk Pos Libas Kecamatan Sebangau untuk total orang yang diperiksa 1.870 orang, mobil 421 unit, motor 495 unit, truk 254 unit, angkutan bahan pokok 46 unit, angkutan BBM 74 unit, angkutan hewan ternak 38 unit, travel putar balik 24 unit, kendaraan putar balik 97 unit, orang tak menggunakan masker 3 orang dan suhu tubuh di atas 37 derajat Celcius tidak ada, serta ada 258 unit kendaraan angkutan barang yang melintas dan menyertakan hasil rapid test. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas