Palangka Raya dan Sampit Masuk Kota Inflasi Tertinggi Nasional

  • Whatsapp
Palangka Raya dan Sampit Masuk Kota Inflasi Tertinggi Nasional
-BPS Kalteng melaksanakan live streaming conference pers terkait inflasi di ruang BPS Kalteng, Selasa (2/6).
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Palangka Raya dan Sampit terjadi inflasi, masing-masing 0,23 persen dan 0,37 persen selama Mei 2020. Hal tersebut disampaikan oleh pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng melalui Kabid Statistik Distribusi, Bambang Supriono pada saat live streaming confrence pers, Selasa (2/6/2020).

Lebih lanjut Bambang mengatakan bahwa dari 90 kota pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional, 67 mengalami inflasi dan 23 kota mengalami deflasi.

“Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,20 persen dan deflasi tertinggi di Luwuk sebesar 0,39 persen. Palangka Raya dan Sampit menempati peringkat ke-36 dan ke-25 kota inflasi tertinggi di tingkat nasional,” bebernya.

Dia melanjutkan bahwa Inflasi di Kota Palangka Raya sebesar 0,23 persen dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada kelompok transportasi sebesar 2,06 persen serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,57 persen.

Sedangkan Inflasi di Sampit sebesar 0,37 persen juga dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga kelompok transportasi sebesar 1,53 persen serta makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,54 persen.

“Berdasarkan dua kota acuan, Palangka Raya dan Sampit. Provinsi Kalteng mengalami inflasi sebesar 0,28 persen. Diikuti oleh laju inflasi tahun kalender sebesar 0,53 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 1,39 persen yang cukup rendah,” imbuhnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas