Habis Melahirkan, IRT Berstatus PDP di Lamandau Meninggal Dunia

  • Whatsapp
Habis Melahirkan, IRT Berstatus PDP di Lamandau Meninggal Dunia
Sejumlah personel Kodim 1017/Lmd menggunakan APD lengkap sedang bersiap membantu memakamkan jenazah seorang IRT yang meninggal dunia di RSUD Lamandau, Selasa (2/6/2020). KARAMOI

NANGA BULIK/tabengan.com – Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Lamandau yang baru saja melahirkan 4 hari lalu, dikabarkan meninggal dunia di RSUD Lamandau, Selasa (2/6/2020) sekitar pukul 15.45 WIB.

Beberapa jam sebelumnya, IRT yang merupakan istri salah satu karyawan perusahaan besar swasta perkebunan kelapa sawit PT Nirmala Agro Lestari (NAL) itu ditetapkan statusnya menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Yang bersangkutan ditetapkan sebagai PDP Covid-19 lantaran memiliki gejala klinis seperti sesak napas, batuk dahak kering serta hasil rontgen mengarah ke pneumonia dengan edema paru.

“Satu-satunya warga berstatus PDP Covid-19 di Kabupaten Lamandau dinyatakan meninggal dunia di RSUD Lamandau. Almarhumah meninggal dunia sekira pukul 15.45 WIB,” kata Ketua Gugus Tugas Covid-19 Lamandau, H Hendra Lesmana, Selasa petang.

Hendra Lesmana yang juga Bupati Lamandau menjelaskan, IRT yang baru melahirkan itu meninggal dunia di RSUD Lamandau saat dalam masa perawatan dan persiapan untuk dirujuk ke Rumah Sakit Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.

Diketahui, warga berstatus PDP tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah endemi Covid-19. Bahkan, sebelum dinyatakan meninggal dunia, petugas RSUD Lamandau juga telah mengambil sampel swab kepada yang bersangkutan.

“Tadi sebelum meninggal yang bersangkutan sudah diambil sampel swab. Artinya, hingga kini belum terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Hendra.

Dari update data terbaru, diketahui hingga Selasa jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Lamandau sebanyak 13 orang, dan 2 di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Sementara, untuk jumlah PDP 1 orang, warga berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) 110 orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 1 orang dan jumlah warga berstatus Orang Dengan Risiko (ODR) Covid-19 sebanyak 25 orang. c-kar

Pos terkait