Dua Pejabat Kobar Positif Covid-19

  • Whatsapp
Dua Pejabat Kobar Positif Covid-19
Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kobar Achmad Rois menyampaikan konferensi pers perkembangan kasus Covid-19 di Kobar. TABENGAN/YULIANTINI

PANGKALAN BUN/tabengan.com – Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kotawaringin Barat Achmad Rois dalam konferensi pers, Sabtu (30/5) malam, menyebutkan 2 nama pejabat yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, dan kini keduanya sudah menjalani perawatan.

“Ada dua pejabat yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, satu di antara pasien positif Covid-19 dalam tracing kemarin adalah tuan DH yang merupakan salah satu pejabat di lingkungan Kejaksaan Negeri Kobar. Penegakan diagnosanya diawali dengan pengiriman swab pertama 15 Mei 2020 ke BBTKL-PP Banjarbaru, dan pada 28 Mei 2020 hasil pemeriksaannya baru didapatkan dengan hasil positif,” kata Rois.

Rois menerangkan, untuk DH kemudian pada 21 Mei 2020 dilakukan pengiriman swab ke dua ke Laboratorium Mikrobiologi Klinik Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangka Raya dan pada 22 Mei 2020 didapatkan hasil pemeriksaan negatif.

“Saat ini tuan DH sudah isolasi dan dalam penanganan medis serta akan segera dilakukan pemeriksaan swab guna konfirmasi laboratorium, dan orang-orang yang kontak erat di tempat kerjanya sudah dilakukan pemeriksaan rapid test ke satu dengan hasil semuanya non reaktif,” terang Rois.

Selain DH, pejabat yang positif Covid-19 adalah tuan F yang merupakan pejabat di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dan saat ini yang bersangkutan telah menjalani isolasi dan dalam perawatan medis.

Menurut Rois, berdasarkan pemeriksaan swab pada 17 dan 19 Mei 2020 yang hasilnya diterima pada 29 Mei 2020 malam, terdapat 14 pasien Covid-19 positif baru.

Kajari Kobar Angkat Bicara
Kajari Kobar Dandeni Herdiana angkat bicara selang beberapa jam Jubir Percepatan Penanganan Covid-19 Kobar Achmad Rois menyampaikan pejabat di lingkungan Kejari inisial DH dinyatakan positif Covid-19, Sabtu malam. Dandeni membenarkan bahwa inisial DH yang disampaikan Achmad Rois itu adalah Kajari Kobar Dandeni Herdiana.

“Terkait dengan hasil swab tes terhadap diri saya yang disampaikan oleh Jubir Gugus Covid Kobar, saya juga membenarkan telah dilakukan 2 kali swab tes dengan hasil sebagaimana yang disampaikan jubir Covid bahwa tes pertama pada 15 Mei 2020 yang hasilnya baru diperoleh belakangan 29 Mei 2020 dari BBTKLPP Banjarbaru dengan hasil positif,” kata Dandeni melalui pesan WhatsApp.

Dijelaskan Dandeni, tes swab kedua yang dilaksanakan 21 Mei 2020 dan hasilnya diperoleh 23 Mei 2020 dari RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya hasilnya negatif.

“Hal ini saya sampaikan sebagai klarifikasi terhadap pemberitaan yang beredar dari kemarin, terutama di media online yang tidak lengkap menyampaikan informasi tentang hasil tes swab saya, dengan hanya menyebutkan hasil swab tes saya yang pertama tanpa menyampaikan hasil swab tes saya yang kedua, sehingga informasi yang diterima masyarakat menjadi tidak utuh dan dapat menimbulkan persepsi yang berbeda dari masyarakat terhadap institusi Kejari Kobar yang banyak melakukan tugas pelayanan publik,” kata Dandeni.

Dengan adanya klasifikasi itu diharapkan pelaksanaan tugas dan pelayanan publik Kejari tetap berjalan dengan baik dan masyarakat tidak ragu untuk datang ke Kantor Kejari Kobar sesuai dengan keperluannya. Tentunya sesuai dengan protokol yang ditetapkan pemerintah. Apalagi sesuai keterangan jubir Covid terhadap seluruh pegawai Kejari Kobar telah dilaksanakan rapid test dengan hasil seluruhnya non reaktif.

“Sekarang kondisi saya baik-baik saja dan sedang menjalani isolasi mandiri dengan penanganan medis untuk selanjutnya dilaksanakan swab tes yang ketiga sesuai protokol penanganan Covid-19,” imbuh Dandeni.

Dandeni juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh insan pers Kobar yang meminta klarifikasi sebelum ini.

“Mohon maaf kemarin belum bisa saya tanggapi karena penyampaian informasi perkembangan kasus Covid ataupun kewenangan penanganan Covid merupakan tupoksi dari gugus Covid, sehingga saya tidak mau mendahului tupoksi gugus tugas dan baru bisa saya tanggapi setelah gugus Covid menyampaikan keterangannya terkait diri saya. Kita semua harus terus mendorong supaya tupoksi gugus Covid berjalan sesuai dengan alurnya. Untuk itu saya mohon dapat dimaklumi,” beber Dandeni. c-uli

Pos terkait