Oknum DPRD Seruyan Tertangkap Beli Sabu

  • Whatsapp
Oknum DPRD Seruyan Tertangkap Beli Sabu
Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin didampingi Waka Polres dan Kasat Resnarkoba saat ekspos pengungkapan kasus narkoba yang salah seorang tersangkanya oknum anggota DPRD Seruyan di Mapolres Kotim, Senin (1/6). TABENGAN/ARBIT SAFARI

SAMPIT/tabengan.com – Satuan Reserse Narkotika dan Obat-obatan Berbahaya (Narkoba) Polres Kotawaringin Timur meringkus ER (42), oknum anggota DPRD Kabupaten Seruyan, saat melakukan transaksi narkoba jenis sabu di Jalan Baamang Tengah 1, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Sampit, Minggu (31/5) sekitar pukul 13.30 WIB. Selain ER, polisi juga mengamankan bandar dan pengedar, EJ dan KK.

Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin dalam ekspose pengungkapan kasus narkoba tersebut menerangkan, penangkapan bermula saat anggotanya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa EJ sering mengedarkan narkotika jenis sabu. Setelah mendapatkan informasi, anggota Polres Kotim kemudian melakukan penyelidikan.

“Setelah itu didapat informasi awal bahwa ada satu orang penting atau pejabat yang terlibat di dalamnya. Karena mengingat adanya keterlibatan seorang pejabat tersebut, maka Waka Polres langsung melakukan pengawasan di lapangan,” ungkap Kapolres didampingi Waka Polres Kompol Abdul Aziz dan Kasat Resnarkoba Iptu Arasi di Mapolres Kotim, Senin (1/6).

Pada saat petugas masuk ke rumah yang menjadi lokasi transaksi, ketika itu tersangka KK sedang menyerahkan narkoba jenis sabu kepada ER atau oknum anggota DPRD Seruyan. Pada saat diamankan, ER sempat berusaha menghilangkan barang bukti dengan membuang paket sabu yang dibelinya ke bawah rumah melalui sela-sela lantai rumah yang terbuat dari kayu.

“Alhamdulillah petugas berhasil menemukan barang bukti yang dibuang tersebut,” ujar Kapolres.

Dari tersangka ER diamankan satu paket sabu dengan berat 0,34 gram. Sedangkan dari tersangka KK diamankan satu paket sabu seberat 0,23 gram. Petugas kemudian melakukan penggeledahan dan ditemukan 26 paket sabu seberat 6,69 gram yang disembunyikan di atap samping rumah dan uang yang diduga hasil penjualan sabu sebesar Rp1.850.000, selembar tisu dan sebuah ponsel. Barang bukti tersebut diakui milik EJ.

“Jadi perannya EJ ini sebagai bandar, dia memiliki 26 paket sabu yang kami amankan itu. Sedangkan KK ini sebagai pengedar atau orang suruhannya EJ. Kemudain ER ini sebagai pembelinya,” jelas Kapolres.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan pasal 114 (1) jo pasal 132 (1) atau pasal 112 (1) jo pasal 132 (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman kurungan penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

10 Kali Beli Narkoba
Oknum anggota DPRD Seruyan ER yang tertangkap polisi saat sedang bertransaksi narkoba jenis sabu, mengaku sudah 10 kali membeli narkoba jenis sabu. Narkoba tersebut diakuinya digunakan untuk menghilangkan stres.

“Sudah 10 kali beli, dipakai pas di Sampit saja. Yang terakhir beli dipakai untuk sendiri,” kata ER saat diinterogasi petugas saat ekspose di Mapolres Kotim, Senin.

Sementara tersangka lainnya yang ditangkap, KK mengaku baru satu kali menjual barang haram tersebut kepada ER. “Baru satu kali (ER) beli dengan saya,” katanya saat ditanya petugas.

Kapolres Kotim mengungkapkan, pihaknya akan terus mendalami pengakuan para tersangka narkoba yang ditangkap. Pihaknya juga akan mengembangkan kasus ini, termasuk mengungkap asal barang tersebut.

Kapolres menegaskan, pihaknya tidak pandang bulu dalam mengungkap kasus peredaran gelap narkoba, termasuk saat menangkap oknum pejabat anggota DPRD Seruyan yang sedang bertransaksi narkoba. c-arb

Pos terkait