Takut BLT Hangus, Warga Kelurahan Lain pun Ikut Antre

  • Whatsapp
Takut BLT Hangus, Warga Kelurahan Lain pun Ikut Antre

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Antusias masyarakat akan bantuan langsung tunai (BLT) yang dikucurkan Pemerintah Provinsi Kalteng yang telah lama mereka nantikan mendorong terjadinya penumpukan massa di halaman Bank Kalteng Jalan RTA Milono Palangka Raya dan sekitarnya, Minggu (31/5/2020).

Abdul Hadi, seorang security Gedung Jasa Raharja, yang tepat berada di seberang Bank Kalteng mengatakan, penumpukan massa sudah mulai terjadi sejak pagi hari.

“Orang-orang datang sejak pagi dari jam 7, infonya mau ambil BLT,” beber Hadi saat dibincangi Tabengan.

Djoko, salah seorang anggota Satpol PP juga mengiyakan hal tersebut. Banyak warga yang sudah berkumpul sejal pukul 08.00 WIB.

“Bahkan sebelum jam 8 sudah datang, sekitar setengah 7 sudah ada yang datang,” ungkap Djoko.

Suryanto, ASN Dinsos Provinsi Kalteng Bidang Pemberdayaan, mengatakan, animo masyarakat terhadap BLT cukup besar. Pasalnya, sejak Kalteng menjadi zona merah Covid-19 dan dampaknya sangat terasa, sehingga mereka sangat memerlukan BLT tersebut.

Padahal, Minggu tadi BLT yang disalurkan adalah untuk warga yang berdomisili di Kelurahan Sabaru. Tetapi ada beberapa warga kelurahan lainnya ikut datang.

“Intinya bantuan sosial Covid dari Pemprov sebesar Rp500.000 satu kali. Dan ini ternyata animo masyarakat sangat tinggi jadi kita juga akan evaluasi untuk tidak terjadi penumpukan lagi,” katanya.

Menurut Suryanto, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak keamanan dari TNI, Polri dan dengan bank bahwa untuk hari Minggu ini hanya yang disalurkan bagi Kelurahan Sabaru.

“Jadi nanti kita evaluasi untuk kelurahan-kelurahan lain agar tidak terjadi seperti ini lagi. Apakah nanti pihak bank ke kelurahan atau apakah nanti pengisian formulir di kelurahan dulu baru nanti di sini sudah clear. Jadi nanti tidak ada penulisan lagi untuk berkas-berkas. Masyarakat tinggal mengumpulkan syarat-syarat yang diperlukan, KTP dan KK,” ujarnya.

Suryanto juga mengatakan, Gubernur Kalteng sudah membuka pintu untuk masyarakat tidak ber-KTP Kalteng, dengan catatan ada keterangan domisili dari RT dan keluarga tidak mampu.

“Kriteria yang tidak mampu adalah dilihat dari penghasilan, belum mendapat bantuan dari PKH, bantuan sosial dari kementerian atau Kemenkes, yang terdampak dari Covid. Dari RT awalnya, terus ke kelurahan, Dinsos Kota, diverifikasi Dinsos Provinsi,” jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, Gubernur Kalteng juga berpesan bagi warga yang belum terdaftar untuk didata lagi di tahap ke-2.

“Tahap ke-2 didata dan diusulkan yang belum terdata ditahap 1,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kadis Sosial Kota Palangka Raya Nita Bianita Reza mengatakan, adanya warga kelurahan lain yang datang karena ada isu jika BLT tidak diambil pada Minggu, BLT akan hangus.

“Ada yang bilang seperti itu, kalau tidak diambil akan hangus. Jadi di sini saya tegaskan bahwa uang BLT tidak akan hangus kalau tidak diambil hari ini, tetapi kita akan reschedule. Supaya dapat mengurai kerumunan massa,” ujarnya.

Seorang warga Kelurahan Sabaru yang mengantre, Merkurius mengatakan, Sangat terbantu dengan BLT.

“Bisa bertahan di situasi sulit. Semoga virus cepat berlalu, Berharap dan syukur kalau bisa diberikan sepanjang virus ini belum teratasi,” harapnya.

Begitu juga dengan Hatmiah, warga Kelurahan Sabaru yang lain. Dirinya mengantre sejak dari pukul 09.00 WIB dan mendapat no antrean 776.

“Lumayan untuk tambah belanja, harapan kalau bisa sebelum habis Corona terus ada bantuan, sekalipun bukan uang, bisa sembako atau pasar murah,” ujarnya. dsn

Pos terkait