Langgar Perda, 9 PSK dan 2 Orang Penyedia Tempat Prostitusi di Lamandau Didenda

  • Whatsapp
Langgar Perda, 9 PSK dan 2 Orang Penyedia Tempat Prostitusi di Lamandau Didenda
Sejumlah PSK saat menjalani sidang Tipiring di PN Nanga Bulik, Jumat (29/5/2020).ISTIMEWA
iklan atas

NANGA BULIK/tabengan.com – Dalam beberapa hari belakangan ini, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpoldam) Kabupaten Lamandau gencar melakukan razia penertiban tempat hiburan malam.

Dalam giat razia yang dilaksanakan 16 Mei lalu, petugas berhasil menjaring 4 orang terdiri dari 2 orang PSK dan 2 orang penyedia tempat asusila. Kemudian, pada giat tanggal 28 Mei, tepatnya di Jalan Trans Kalimantan Kecamatan Bulik, petugas kembali berhasil menjaring 7 orang PSK.

Karena diduga telah melanggar Peraturan Daerah (Perda), petugas pun melanjutkan kasus tersebut untuk diproses hukum.

Jumat (29/5/2020), ke 9 orang PSK dan 2 orang penyedia tempat prostitusi, menjalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Nanga Bulik.

“Ya, tadi pagi mereka menjalani sidang Tipiring,” ungkap Kepala Satpoldam Lamandau, Triadi.

Oleh hakim, lanjut dia, para terdakwa dinyatakan bersalah dan melanggar Perda no. 14 tahun 2016 tentang ketertiban umum.

“Sehingga kepada mereka dijatuhi hukuman berupa saksi denda. untuk terdakwa IR, NA, HD, SM, K, R, YY dan SZA (PSK) masing-masing wajib membayar denda sebesar Rp70.000. Sementara (PSK) yang berinisial N, didenda lebih besar karena memberikan keterangan terhadap hakim secara berbelit-belit, yakni sebesar Rp150.000,” ujarnya.

Kemudian, imbuh dia, untuk penyedia tempat prostitusi, terdakwa SA didenda sebesar Rp500.000. Sedangkan terdakwa AC harus membayar denda sebesar Rp1 Juta karena terbukti selain menyediakan tempat prostitusi juga menyediakan minuman beralkohol.

“Semoga keputusan sidang tadi itu dapat memberikan efek jera kepada mereka, dan Kabupaten Lamandau kedepan bisa bersih dari tempat-tempat prostitusi,” katanya. c-kar

iklan atas

Pos terkait

iklan atas