Pemko Bantah Lonjakan Harga Ayam

  • Whatsapp
Pemko Bantah Lonjakan Harga Ayam
Petugas Pos Libas Kecamatan Sabangau saat memeriksa surat keterangan bebas Covid-19 para sopir angkutan sembako dari Kalimantan Selatan. TABENGAN/RONNY GUNTUR

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Rabu (27/5) dan Kamis (28/5), ramai di pemberitaan sejumlah media maupun unggahan masyarakat pada media sosial terkait lonjakan harga ayam potong di Kota Palangka Raya yang menyentuh harga fantastis Rp80 ribu/Kg.

Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Palangka Raya Gunawan Abel menegaskan bahwa informasi harga ayam Rp80 ribu/Kg di pasar itu tidaklah benar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Rawang beserta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Renson langsung terjun melakukan pengecekan harga ayam, Rabu dan Kamis. Berdasarkan hasil pengecekan, tidak ditemui pedagang yang menjual ayam dengan harga seperti informasi beredar.

“Faktanya, harga ayam ras berkisar Rp40-45 ribu/Kg berdasarkan tinjauan pihak terkait pada hari Rabu. Sedangkan pada pantauan Kamis ini, berkisar antara Rp42-45 ribu/Kg,” ujar Gunawan saat dikonfirmasi awak media, Kamis.

Sedangkan untuk ayam kampung, pihak teknis menyatakan harganya berkisar Rp70 ribu/Kg. Selain itu, tentang adanya permintaan ayam yang sangat tinggi itu juga tidak benar. Yang ada permintaan kebutuhan ayam normal-normal saja. Bahkan, tambah Gunawan, berdasarkan pantauan permintaan tersebut turun pada hari kemarin.

“Jika ditanya ada kenaikan harga ayam, itu benar. Namun berkisar hanya sebesar Rp2 ribu untuk ayam ras, dan kami juga tidak menemukan pedagang yang menjual ayam sampai harga Rp80 ribu/Kg sesuai pemantauan kami di Pasar Kahayan,” jelas mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga ini.

Pemko juga membantah kabar terjadinya kekosongan stok ayam potong karena untuk suplai ayam ke Palangka Raya, cukup banyak dari daerah lain. Ada yang berasal dari Kabupaten Gunung Mas, Bukit Rawi dan bahkan dari Kota Sampit.

“Jadi adanya isu-isu negatif tentang kenaikan harga ayam, mobil pengangkut ditahan dan lainnya, saya rasa itu berbau spekulasi saja biar harga ayam bisa melonjak atau meroket,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya Alman Pakpahan menepis tudingan bahwa kenaikan harga daging ayam potong di kota setempat terjadi karena hambatan distribusi di Pos Lintas Batas (Libas) Kecamatan Sabangau.

Dikatakannya, pada 27 Mei pihaknya telah meloloskan 86 kendaraan pengangkut ayam potong yang memasuki Palangka Raya. Diakuinya juga semua pengendara kendaraan angkutan kooperatif untuk melengkapi diri dengan surat keterangan bebas Covid-19.

“Sekitar 85 persen pada hari ketiga setelah Lebaran, sopir dari arah luar Palangka Raya telah membekali diri dengan surat bebas Covid-19, terutama angkutan sembako, ayam, sapi, sayuran dan buah-buahan yang masuk ke pasar besar. Jadi kalau harga naik itu ulah spekulan saja. Perlu dipahami, sehingga masyarakat tetap tenang dan tidak termakan isu-isu yang tidak benar. Ini adalah upaya kita bersama memutus rantai penyebaran Covid-19 di Palangka Raya,” tutupnya. rgb/dsn

Pos terkait