Ketua DPRD Diskusi Bersama PINSAR Kalteng, Bahas Lonjakan Harga Ayam

  • Whatsapp
Ketua DPRD Diskusi Bersama PINSAR Kalteng, Bahas Lonjakan Harga Ayam
Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Harga ayam pedaging di Kota Palangka Raya pada hari Rabu (27/5) mengalami lonjakan drastis. Jika biasanya masyarakat Kota Cantik bisa mendapatkan ayam dengan harga Rp35 ribu/kg, kini naik hingga menembus angka Rp80 ribu/kg.

Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto pun langsung mengambil langkah sigap terkait hal tersebut. Dirinya mengadakan pertemuan bersama para pengusaha unggas yang tergabung dalam Perhimpunan Perunggasan Indonesia atau Pinsar Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (27/5), untuk mendengarkan aspirasi mereka.

Dijelaskannya, hasil pertemuan tersebut antara lain melonjaknya harga ayam bukan karena kelangkaan stok, akan tapi adanya sedikit hambatan pada jalur distribusi dari kandang ke pemotong yang melewati Pos Pantau Covid-19, dimana dipersyaratkan yang melintas siapapun harus membawa surat bebas Covid-19.

“Kemarin para pengusaha ayam di sini melaksanakan uji Covid-19 mandiri dan hasil dari ujinya baru keluar hari ini, sehingga kemarin pengusaha ayam tidak berani beroperasi untuk mengambil ayam di kandang. Hari ini sudah mulai berjalan, namun yang dari Banjarmasin masih keberatan untuk uji Covid-19 sehingga kemungkinan besar pasokan ayam dari Banjarmasin masih terhambat. Terlebih ayam dari Banjarmasin memasok sekitar 30-40 persen dari total pemotongan di sini,” ujar Sigit.

Dilanjutkannya, para pengusaha ayam keberatan dengan harga test yang mencapai Rp 600 ribu dan berlaku hanya 7 hari, sehingga mereka mengharapkan pemerintah memberikan subsidi atau digratiskan bagi awak kendaraan transportasi logistik pangan dan sembako.

“Mereka juga berharap agar di pos pantau ada uji rapid cepat, sehingga jika ada sopir angkutan sembako yang tidak membawa surat bebas Covid-19 dapat dilakukan rapid di tempat dengan konsekuensi hasil positif langsung diisolasi dan jika negatif bisa melanjutkan perjalanan. Hal tersebut juga termasuk untuk angkutan pendukung sembako seperti pakan ternak, obat dan bibit ternak, serta sapronak lain peternakan dan pertanian,” bebernya.

Politisi PDI Perjuangan ini pun turut memberikan masukan bagi para pengusaha ternak unggas tersebut serta memberikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan. Dirinya mengajak agar para peternak mampu bekerja sama untuk bersama menanggulangi pandemi Covid-19 ini, agar selaras dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Aspirasi ini ditampung dan akan disampaikan ke Walikota dalam waktu segera dan diteruskan ke kawan pelaku usaha. Terkait uji Covid-19 khusus untuk angkutan sembako, semoga bisa gratis. Dan kalaupun bayar, bisa lebih ringan. Dan satu glharapan kita, untuk menurunkan harga ayam yang melonjak naik dalam waktu segera,” pungkasnya. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas