Satu Pasien Positif Mampu Tularkan Virus kepada 4 Orang

  • Whatsapp
Suyuti Syamsul
Suyuti Syamsul
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dr Suyuti Syamsul menyampaikan, berdasarkan hasil pemodelan epdemologis diketahui satu pasien positif Covid-19 bisa menularkan virus kepada 4 orang. Jika tidak ada upaya pemutusan, maka 4 orang positif bisa menularkan lagi kepada 16 orang lainya.

“Satu pasien positif dapat menularkan ke empat orang, merupakan hasil analisis berdasarkan data yang positif kemudian alur penularannya kemana, kemudian kesimpulan dari teman-teman perhimpunan ahli epidemologi Indonesia Kalimantan Tengah, setiap satu dapatnya empat. Asumsinya dalam kerumunan itu ada 10 orang positif, berarti kita akan mengahdapi 40 kasus penularan, itu angka di Kalteng,” kata Suyuti, Rabu (27/5/2020).

Untuk memutus rantai penularan, pemerintah provinsi berkomitmen bersama Polda, Korem dan 13 kabupaten 1 kota akan menggelar rapid test massal diseluruh klaster berpotensial seluruh tempat yang berpotensi menyebarkan namun tetapi selektif. Rencananya akan membeli 20 ribu alat rapid test. Dengan rincian 6 ribu dibeli pemerintah provinsi sisanya oleh 14 kabupaten/kota.

Selain upaya pencegahan dari pemerintah, masyarakat juga diharapkan berperan aktif mencegah penularan dengan melakukan himbauan pemerintah tentang protokol pencegahan seperti sosial distancing, physical distansing, jaga jarak minimal 1 meter namun idelanya 1,8 meter, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan pakai masker. Kalau masyarakat disiplin menjalankannya penularan Covid-19 ini bisa memutus rantai penularan dengan cepat.

“Kuncinya di situ. Silakan beraktivitas, pasar silakan dibuka, tapi tolong diatur jaraknya antar penjual dan yang membeli pun antre, tidak kerumun. Kalau itu bisa dilakukan sebetulnya tidak masalah dan bisa menekan angka penularan,” imbuh Suyuti.

Sementara itu, Suyuti masih tetap optimis kalau Kalteng bisa bebas Corona September nanti, asalkan masyarakat disiplin mengikuti protokol pencegahan yang disampaikan pemerintah, kalau tidak, sampai kapanpun tidak akan ada menyelesaikan masalah Covid-19. Perlu diingat bahwa tidak ada orang yang kebal dengan Covid-19, bahkan orang yang sudah sembuhpun tidak terbentuk anti bodi sehingga bisa kembali positif. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas