PSKH Lebih Ketat dari PSBB

  • Whatsapp
PSKH Lebih Ketat dari PSBB

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, saat ini tengah menyusun protokol dan panduan teknis terkait pelaksanaan Pembatasan Sosial Kelurahan Humanis (PSKH) dalam beberapa hari ke depan. Kemungkinan besar PSKH ini akan berlaku dan ditetapkan pada awal Juni mendatang.

“Berbeda dengan PSBB, PSKH nantinya akan sangat terfokus pada tingkat kelurahan melalui RT/RW masing-masing dan kemungkinan lebih tegas dan ketat dari PSBB. Kita telah berikan panduan umum berupa SOP RT/RW, dan kelurahan akan kita berikan kewenangan untuk menyusun protapnya dalam hal pembatasan dan penyekatan. Tak menutup kemungkinan tiap kelurahan akan berbeda kebijakannya sesuai kondisi di lapangan dan kelurahan masing-masing, namun secara garis besar akan berpegang pada panduan dalam SK atau Peraturan Wali Kota terkait PSKH nantinya,” beber Emi.

Mengenai perbedaan antara PSBB dan PSKH, terutama kaitannya dengan penetapan jam malam, diakui Emi, pada PSKH masih akan diberlakukan, namun dengan penyesuaian jam kembali. Jika pada PSBB jam malam dimulai pada pukul 20.00 WIB, dalam PSKH kemungkinan akan diundur menjadi sekitar pukul 21.00 atau 22.00 WIB. Namun hal itu dikatakannya akan tetap mempertimbangkan masukan dari masyarakat luas.

“Makanya nanti di tiap batas kelurahan akan ada pembatasan aktivitas, kemungkinan akan bisa berjalan pukul 6 pagi hingga 9 malam saja. Selebihnya diserahkan ke tiap kelurahan bagaimana bersama warga masyarakatnya menyepakati pelaksanaan PSKH tersebut,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, Peraturan Wali Kota (Perwali) akan disusun dan secara garis besar begitu selesai PSBB bukan berarti tidak memperketat pengawasan, tetapi justru lebih diperkuat dengan kembali diterapkannya PSKH.

“Nah, dalam penerapannya PSKH ini akan lebih mendetail, sebab setiap kelurahan sampai tingkatan RT/RW yang akan memantau nantinya segala kegiatan masyarakat,” ucap Fairid.

Pada intinya, lanjut Fairid, apa yang telah dilakukan oleh Pemko seperti mengeluarkan peraturan dan imbauan, semuanya demi menjaga masyarakat dari terpaparnya Covid-19, dan seharusnya masyarakat bisa bekerja sama dalam hal itu.

“Kita tidak mengekang dan membatasi semua aktivitas, namun perhatikan protokol kesehatan dan imbauan serta peraturan yang telah dikeluarkan, ini semua demi kebaikan bersama. Sampai wabah ini selesai, kami tidak akan bosan untuk mengingatkan masyarakat,” katanya. rgb

Pos terkait