Gubernur Minta Perpanjang PSBB, Sigit: Percayakan Keputusan Pemko

  • Whatsapp
Gubernur Minta Perpanjang PSBB, Sigit: Percayakan Keputusan Pemko
Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya secara resmi mengakhiri pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 24 Mei 2020, setelah berjalan selama 14 hari sejak diberlakukan 11 Mei lalu.

Sebagai gantinya, Pemko kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Kelurahan Humanis (PSKH) sebagai upaya lanjutan penanganan Covid-19 di Kota Cantik. Kebijakan itu mendapat tanggapan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran dengan menyurati Wali Kota Palangka Raya terkait evaluasi penerapan PSBB.

Dalam surat tersebut tertulis, Gubernur Kalteng merekomendasikan untuk melanjutkan penerapan PSBB dengan pertimbangan kecenderungan peningkatan kasus positif Covid-19 dengan mempertajam penerapannya pada skala kelurahan zona merah.

Selain itu, keputusan tidak memperpanjang PSBB dikhawatirkan menimbulkan persepsi di masyarakat bahwa kasus Covid-19 tidak ada lagi di Kota Palangka Raya, sehingga berpotensi menimbulkan semakin meningkatnya kasus positif.

Menurut Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto, adanya permintaan untuk memperpanjang PSBB di Kota Palangka Raya itu ada baiknya semua keputusan yang telah diambil dipercayakan ke Pemko Palangka Raya.

“Kami mohon maaf terkait hal tersebut. Tapi percayakan saja kepada Pemko, karena langkah yang diambil akan menyesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing yang berbeda kondisi dan dinamikanya,” kata Sigit kepada Tabengan, Senin (25/5).

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, hasil dari evaluasi Pemko Palangka Raya yang tidak memperpanjang PSBB dan menggantikannya dengan PSKH, tidak lain dimaksudkan agar lebih fokus dalam penanganan Covid-19.

“Melalui PSKH, akan lebih fokus dan spesifik dalam upaya percepatan penanganan Covid-19. Jadi kasih kepercayaan kepada Pemko Palangka Raya, meskipun PSBB tidak diperpanjang. Ibarat kata, Pemko itu adalah anak. Ketika anaknya menangis terbentur anggaran, bisa saja Pemprov sebagai orang tua untuk membantu dengan dana hasil milik Pemprov,” tambah Sigit.

Terlepas dari itu, Sigit yakin keputusan yang telah diambil Pemko Palangka Raya untuk tidak memperpanjang PSBB dan hanya melanjutkan pada penerapan PSKH, maka diyakini ada pola dan strategi yang dinilai sebagai langkah efektif.

“Saya yakin Pemko Palangka Raya masih bisa. Namun, perlu dukungan dari seluruh pihak,” katanya. rgb

Pos terkait