Tahun Ini Tidak Ada Mudik di Pelabuhan Sampit

  • Whatsapp
Tahun Ini Tidak Ada Mudik di Pelabuhan Sampit
GM PT Pelindo III Sampit, Zainal Abidin saat diwawancara jurnalis, didampingi Kepala KSOP Sampit dan Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Selasa (19/5/2020).
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com – Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur juga berpengaruh terhadap kegiatan arus mudik di Pelabuhan Sampit.

GM PT Pelindo III, Zainal Abidin mengungkapkan, dalam dua kali keberangkatan kapal di Pelabuhan Sampit hanya mengangkut sekitar 59 penumpang. Itu pun merupakan pekerja yang pulang ke kampungnya karena kontrak kerja mereka sudah habis.

“Kemarin ada kapal Kirana I ke Surabaya dengan membawa 4 penumpang. Jadi yang dibawa itu bukan pemudik, tetapi pekerja di RSUD dr Murjani yang kontraknya sudah habis. Jadi kemarin kita bantu pulang daripada mereka di sini gak bisa apa-apa, tapi ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Jadi kemarin dan hari ini ada dua trip kapal berangkat membawa 59 penumpang, dan ini juga bukan pemudik,” terang Zainal usai menyerahkan bantuan di Posko Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Kotim, Selasa (19/5/2020).

Disampaikannya, jika dibandingkan dengan tahun lalu, terjadi penurunan yang sangat tajam arus mudik di Pelabuhan Sampit. Jika tahun lalu ada sekitar 23 ribu pemudik di Pelabuhan Sampit, sedangkan untuk tahun ini dipastikan tidak ada pemudik di Pelabuhan Sampit.

“Jika tahun lalu satu kapal bisa melayani sekitar 800 hingga 1.800 penumpang karena untuk kapal Pelni kapasitasnya bisa mencapai 1.600 penumpang, untuk tahun ini malah tidak ada. Seperti kapal dari Pelni yang dari pertengahan April 2020 sudah tidak memberangkatkan penumpang lagi di Pelabuhan Sampit. Jadi jika dulu itu biasa satu minggu bisa tujuh kapal, sekarang ini paling satu kapal,” jelasnya.

Menurutnya, sebetulnya ada permintaan dari masyarakat untuk membeli tiket mudik. Namun pihaknya tetap mengacu pada standar pemerintah terkait penanggulangan pandemi covid-19.

“Jadi ada syarat-syarat yang harus dipenuhi jika ingin berangkat dengan kapal laut, misalnya dalam penugasan. Persyaratan ini sudah juga kita tempelkan di PT Dharma Lautan Utama,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala KSOP Sampit, Thomas. Menurutnya, tahun ini tidak ada mudik di Pelabuhan Sampit, yang ada adalah perjalanan terbatas. c-arb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas