Modus Baru Akali PSBB, Penumpang Travel Disuruh Jalan Kaki

  • Whatsapp
Alman Pakpahan
Alman Pakpahan

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Hingga hari ke-9  pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Palangka Raya, muncul berbagai modus menyelundupkan orang melalui Pos Lintas Batas (Libas) Sebangau.

“Kaya tadi subuh. Saya pimpin langsung. Ada saja usaha untuk kelabui petugas. Penumpangnya disuruh jalan kaki melintas,” ungkap Kadishub Kota Palangka Raya, Alman P Pakpahan selaku Koordinator dan Penanggung Jawab Pos Libas Tim Stop Covid 19 Kota Palangka Raya, Selasa (19/5/2020).

Kronologis berawal ketika petugas pos melihat ada empat orang menggunakan masker berjalan kaki melintasi Pos Libas di wilayah Kalampangan dari arah luar Kota Palangka Raya sekitar pukul 03.45 WIB. Saat ditanyakan petugas, empat orang itu berdalih mengunjungi keluarga di Rumah Sakit Kalampangan dan hendak mencari makan namun warung sekitar tutup. Tidak kalah akal, petugas menawarkan mengantarkan mencari warung makan namun ditolak sehingga menimbulkan kecurigaan. Setelah diperiksa suhu badan dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) keempat orang itu kemudian dipersilakan melanjutkan perjalanan namun diam-diam dibuntuti petugas dari belakang.

Ternyata tidak lama kemudian sebuah mobil mendekati pos dan kepada petugas mengaku hendak ke Palangka Raya untuk bertemu keluarganya. Petugas yang curiga kemudian minta ikut masuk ke mobil namun sopir panik dan menolak. Setelah dikonfrontir terus menerus, sopir menyerah dan mengaku bahwa empat orang yang lewat sebelumnya adalah penumpang travelnya yang dia suruh jalan kaki melewati pos untuk kemudian dijemput lagi.

“Lalu bersama anggota, di kejarlah penumpang itu disuruh naik kembali. Dan kami tahan KTP sopir dan putar balik paksa,” tutur Alman.

Sebelum kejadian itu, petugas di Pos Libas beberapa kali memergoki upaya menyelundupkan penumpang dalam bak mobil tertutup terpal. Mobil dan para penumpang yang berasal dari luar Kota Palangka Raya itu dipaksa kembali ke tempat asal. Tampaknya belum ada efek jera sehingga terus ada upaya baru menyelundupkan orang. Sejak malam hingga dini hari ini petugas sudah memergoki total lima mobil travel melakukan modus menyelundupkan orang.

Berdasar keterangan Alman, kendaraan itu bernomor polisi luar kota yakni KB 1244 PE, KB 1532 PB, KB 1590 PE, KB 1811 WG, dan KB 1573 MB. Sikap sopir dan penumpang mobil tersebut dianggap melanggar Peraturan Wali Kota No 7/2020. Karena terus berulang kali terjadi, petugas kini bersikap lebih keras.

Bila sebelumnya mobil dan penumpang hanya disuruh memutar balik, kini KTP sopir mobil turut ditahan. Untuk mengambil KTP juga tidak mudah karena akan dikembalikan setelah masa PSBB berakhir.

“Mobil telah kami monitor kalau masih angkut penumpang. Karena dia (sopir) sudah janji dan bersedia,” pungkas Alman. dre

Pos terkait