Suyuti: Petugas Pengubur Jenazah Covid-19 Jangan Berlebihan Pakai APD

  • Whatsapp
Suyuti Syamsul
Suyuti Syamsul
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Adanya sejumlah warga di Kapuas yang menolak penguburan jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona (Covid 19), direspon oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), dr Suyuti Syamsul. Tindakan penolakan tersebut dinilai berlebihan.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tidak perlu berlebihan menghadapi penguburan jenazah Covid 19. Sebelum di kubur, sudah melalui pemulasaran yang memenuhi standar operasional prosedur yang sangat ketat untuk mencegah terjadinya penularan. Setelah jenazah dimakamkan, kuman tidak bisa naik ke permukaan lagi, sehingga tidak bahaya untuk orang lewat.

“Saya juga menghimbau, petugas yang terlibat dalam proses penguburan memang perlu mawas diri. Level proteksi itukan bertingkat-tingkat, sebetulnya penguburan jenazah itu kalo menurut saya kan sudah sangat ketat, dibungkus pelastik, dipake lagi aluminium foil dan seterusnya, sehingga tidak perlu lagi memakai alat pelindung berlebihan,” kata Suyuti, Kamis (14/5).

Pemakaian alat pelindung yang berlebihan pada saat penguburan justru menimbulkan masalah psikologis bagi masyarakat yang melihatnya. Sehingga hal itu juga perlu menjadi perhatian karena menimbulkan dampak kepada masyarakat akhirnya masyarakat berpikir bahwa ternyata masih sangat bahaya.

“Memang masyaralat juga pelu menyadari bahwa tidak ada lagi penularan setelah jenazah korban covid 19 dimakamkan, kemudian petugas juga dalam proses penggunaan alat pelindung jangan berlebihan, sesuai proporsional, sesuai dengan kebutuhan saj,” imbuh Suyuti.

Menurut Suyuti, yang perlu perlindungan maksimal itu orang yang bekerja diruang penatalaksanaan pemulasaran jenazah yang mengurusi jenazah sampai membungkus, itu yang menggunakan alat pelindung level tiga. Namun saat penguburan cukup pakai pelindung level dua saja.

Ia mengajak semua pihak, petugas kesehatan, petugas penguburan termasuk masyarakat harus memahami bahwa standar protokol yang berlaku itu sudah pencegahan maksimal, sehingga tidak perlu bersikap berlebihan sampai ada penolakan. Jika dilihat baik dari sisi kemanusiaan maupun sosial tidak boleh ada penolakan untuk mengubur jenazah.

Kemudian secara pribadi, Suyuti tidak menganjurkan adanya lahan khusus untuk penguburan jenazah Covid 19 karena akan ada stigma berlebihan dari masyarakat. Akan timbul asumsi bahwa jenazah korban Covid 19 berbahaya. Saat ini perlu mengurangi tigma negatif ini di masyarakat. Kalau pemulasaran jenazah korban Covid 19 sudah benar sesuai dengan standar operasional maka tidak akan lagi menimbulkan resiko penularan. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas