Warga Tolak Pemakaman Jenazah PDP

  • Whatsapp
Warga Tolak Pemakaman Jenazah PDP
Tampak polisi berusaha menenangkan warga di Alkah Masjid Al. Muhajirin Desa Anjir Kapuas Barat, yang menolak jenazah PDP dimakamkan di tempat itu.

KUALA KAPUAS/tabengan.com – Pemakaman jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mendapatkan penolakan keras puluhan warga sekitar lingkungan pemakaman di Alkah Masjid Al. Muhajirin Desa Anjir Kapuas Barat, Rabu (13/5) siang.

Tim khusus pemakaman pasien Covid-19 yang mendapatkan tugas memakamkan pasien PDP berinisial M (39), warga Jalan Kapuas Seberang I, Kelurahan Dahirang, Kecamatan Kapuas Hilir, terpaksa memakamkan M di lokasi lain.

Sebelumnya, pihak keluarga menginginkan jenazah M dimakamkan di lingkungan Alkah Masjid Al Muhajirin Desa Anjir Mambulau Barat, Kecamatan Kapuas Timur, Rabu sekitar pukul 14.30 WIB. Bahkan, pelaksanaan penggalian makam sudah dilakukan terlebih dulu oleh Tim Covid Kabupaten Kapuas bersama Dinsos.

Namun saat rombongan mobil jenazah memasuki lingkungan Alkah, dan tim petugas tim beserta relawan Muhammadiyah turun dari mobil jenazah dengan memakai pakaian APD Protokol Covid19, beberapa warga langsung mendatangi petugas dan menyatakan keberatan serta menolak keras dilakukan pemakaman di tempat itu. Malahan mereka memanggil serta berusaha memprovokasi warga sekitar sehingga massa ramai berkumpul menjadi melakukan penolakan. Ketagangan sempat terjadi antara warga dan keluarga M.

Beruntung petugas dari Polsek Kapuas Timur cepat datang dan menengahi sehingga situasinya dapat diredam. Setelah melakukan musyawarah bersama, rupanya warga tetap bersikukuh menolak, akhirnya keluarga dan petugas pun mengalah pergi, dan memindahkan pemakaman ke Alkah Muhamadiyah Gang Kasturi Jalan Pemuda Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat.

Kapolres Kapuas AKBP Esa Estu Utama Sik melalui Kapolsek Kapuas Timur Iptu, Siti Rabiatul Adawiyah, ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian penolakan warga sekitar Alkah Masjid Al Muhajirin tersebut.

“Alasan penolakan, karena takut adanya penularan virus penyakit yang dalam pemikiran warga dibawa oleh jenazah dan petugas pemakaman. Guna menghindari hal yang tidak diinginkan serta untuk menjaga situasi aman dan kondusif, akhirnya pemakaman terpaksa dipindahkan ke Alkah Muhamadiyah,” katanya.c-yul

Pos terkait