Polemik Bantuan Gubernur: Bupati Kapuas Bukan Menolak, Tapi Menunda Sementara

  • Whatsapp
Polemik Bantuan Gubernur: Bupati Kapuas Bukan Menolak, Tapi Menunda Sementara
Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat, saat menjelaskan kepada wartawan terkait penolakan bantuan Gubenur. TABENGAN/ABDUL KHAIR

“Kita akui ada rencana bantuan Pemerintah Provinsi yang akan disalurkan ke Kabupaten Kapuas, dan lantaran Kabupaten Kapuas sementara masih mampu, ya untuk sementara kita tolak dulu, atau ditunda ini untuk sementara”

KUALA KAPUAS/tabengan.com – Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat, Rabu(13/5), menyatakan, terkait bantuan sosial untuk warga terdampak virus Covid-19 di Kabupaten Kapuas saat ini masih aman dan cukup.

Ditegaskan Ben, Kabupaten Kapuas sebetulnya bukan berarti menolak permanen, suatu saat juga kemungkinan besar akan minta bantuan ke Pemerintah Provinsi Kalteng.

Untuk sementara ini, lanjut Ben, bantuan dari pusat, APBD Kabupaten Kapuas dan dana desa masih aman dan cukup untuk warga Kapuas sebanyak lebih kurang 81.000 lebih warga miskin dan terdampak Covid-19 ini.

“Kita akui ada rencana bantuan Pemerintah Provinsi yang akan disalurkan ke Kabupaten Kapuas, dan lantaran Kabupaten Kapuas sementara masih mampu, ya untuk sementara kita tolak dulu, atau ditunda ini untuk sementara,” tegas Ben didampingi Kepala Dinas Sosial Budi Kurniawan dan Kepala Dinas Kominfo H Junaidi.

Ben mengakui, dulu pernah minta bantun untuk 11 ribu sembako, sekarang karena sudah terbagi rata melalui bantuan pusat dan APBD Kabupaten Kapuas juga dana desa (DD) sudah tersalurkan semua, maka Kabupaten Kapuas tidak ingin ada terjadi tumpang tindih data penyaluran.

Hal lain, jika Kabupaten Kapuas menerima bantuan sejumlah 11 ribu, dengan asumsi 11 ribu Kepala Keluarga (KK), sementara jumlah penerima warga miskin dan terdampak Covid-19 berjumlah 81.000 lebih KK, sisanya bagaimana, ini juga dihindari agar jangan sampai terjadi gejolak di masyarakat.

“Juga tidak ingin menjadi buah bibir masyarakat, lantaran tidak terpenuhi semua. Ada yang menggunjing sisanya disimpan di mana, padahal barangnya memang tidak cukup untuk semua penerima,” jelasnya.

Ben minta kepada masyarakat Kapuas agar tidak salah mengartikan penolakan tersebut. Selaku kepala daerah tentu sangat memikirkan agar bagaimana rakyat Kabupaten Kapuas di saat pendemi Covid-19 ini tetap bisa berkehidupan layak.

“Jadi tidak ada bermaksud menolak, sehingga masyarakat Kabupaten Kapuas yang terdampak tidak akan mendapat bantuan,” pungkas Ben.

Sementara itu surat beredar yang ditujukan kepada Gubernur Kalteng tertulis nomor 460/526/Dissos.2020, perihal tanggapan Permintaan Data Keluarga Miskin diluar penerimaan Sembako yang ditandatangani Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat

Tertulis untuk menghindari tumpangtinding penerima program/bantuan sosial, maka Pemkab Kapuas tidak mengusulkan Data Keluarga diluar penerima Sembako tersebut kepada pemerintah Provinsi Kalteng. c-hr

Pos terkait