Tantangan KONI Dibalik Penundaan PON XX

  • Whatsapp
Tantangan KONI Dibalik Penundaan PON XX
Ketua umum KONI Kalteng H Eddy Raya Samsuri bersama jajarannya saat mengikuti Rakor Virtual KONI seluruh Indonesia dengan KONI Pusat. TABENGAN/LIU

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn,) Marciano Norman mengatakan setelah PON XX resmi ditunda, banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh KONI Provinsi Kalteng dan juga KONI Pusat. Membutuhkan penyesuaian tepat dari langkah-langkah yang harus diambil oleh para ketua KONI Provinsi, berkaitan dengan Pemusatan latihan daerah (Pelatda) maupun anggaran yang dialokasikan untuk PON XX.

Menurut Marciano, KONI Provinsi perlu memahami kondisi yang dihadapi pemerintah saat ini mengharuskan adanya pengalihan anggaran yang dipusatkan atau diprioritaskan untuk penanganan Covid 19. Kebijakan ini juga diikuti oleh pemerintah daerah, mengambil langkah pengalihan anggaran untuk konsentrasi penanganan Covid 19

“Oleh karenanya saya mengharapkan koordinasi yang baik antara ketua KONI Provinsi dengan pemerintah daerah, DPRD yang berkaitan dengan pengalokasian anggaran pelaksanaan PON XX tahun 2021 di Papua,” kata Marciano saat Rakor virtual dengan KONI seluruh Inonesia, Selasa (12/5).

PON XX 2021 nanti memiliki tantangan tersendiri karena dalam tahun tersebut ada beberapa event olahraga yang akan digelar dalam waktu yang berdekatan. KONI pusat mengusulkan PON XX digelar 2 Oktober-13 Oktober, sehingga dengan penentuan tanggal tersebut, diharapkan event olahraga lain yang harus diikuti oleh atlet punya waktu yang cukup. Namun tetap tidak ideal karena padatnya kegiatan pada tahun tersebut.

Apabila situasi sudah membaik, pada 2021 Indonesia akan menjadi tuan rumah sepakbola piala dunia U20, kemudian persiapan Olimpiade, Sea Games di Vietnam. Kondisi seperti ini bagaimana berbicara dengan para pelatih, pimpinan cabang olahraga untuk bisa mempersiapkan tim dari masing-masing provinsi yang akan ikut didalam PON XX di Papua bisa tampil dalam kondisi terbaiknya.

“Disinilah tantanganya. Saya yakin para ketua KONI provinsi pengurus cabang olahraga dengan berbekal pengalaman yang dimiliki, KONI pusat mengajak semuanya menghadapi tantangan untuk bisa menampilkan tim terbaiknya untuk ikut dalam PON XX, sesuai dengan pembinaan yang kita hadapi dihadapkan pada ketersediaan waktu yang ada,” imbuh Marciano. yml

Pos terkait