Tim Gugus Tugas Beri Sanksi Tegas bagi Pelanggaran PSBB

  • Whatsapp
Tim Gugus Tugas Beri Sanksi Tegas bagi Pelanggaran PSBB
Emi Abriyani

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pada hari pertama penerapan PSBB, Senin (11/5) lalu, diakui masih banyak tempat usaha yang belum mematuhi jam operasional yang tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwali).

Seperti rumah makan, toko atau warung sembako maupun non sembako, termasuk usaha kecil lainnya (kios), berdasar pantauan masih banyak yang buka hingga melewati pukul 19.00 WIB. Termasuk masih banyak warga belum tertib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Hari pertama sampai hari ketiga, kita anggap sebagai bentuk sosialisasi karena masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya dan belum memahami dengan jelas isi dari Perwali yang mengatur PSBB, makanya kita berlakukan sosialisasi secara persuasif. Namun selepas itu akan ada penindakan berupa sanksi tegas sesuai aturan berlaku,” tegas Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, Selasa (12/5).

Kendati demikian, lanjut Emi, bukan berarti pelaksanaan PSBB pada hari pertama maupun hari kedua diberi kelonggaran, melainkan tetap diberi penindakan dengan skala ringan.

“Seperti pada sejumlah posko check point, cukup banyak KTP warga yang ditahan petugas karena kedapatan tidak menggunakan masker. Warga disuruh pulang mengambil masker, setelah kembali baru KTPnya dikembalikan. Tetapi ketika sudah waktunya sanksi tegas diberlakukan, KTP akan ditahan sampai dengan habis masa PSBB, baru warga bisa mengambilnya. Ini salah satu contoh tindakan tegas nanti,” bebernya.

Sanksi tegas tersebut berlaku bagi semua pelaku usaha. Bukan hanya sanksi administratif berupa teguran lisan dan penahanan kartu identitas, bahkan hingga sanksi penutupan sementara kegiatan usaha.

“Pelaksanaan PSBB di hari pertama dan kedua akan segera kami evaluasi, guna melihat pergerakan dan kekurangannya, agar dalam penerapan PSBB bisa berjalan maksimal,”pungkasnya.rgb

Pos terkait