Penumpang di Bandara Harus Perlihatkan Hasil Rapid Test

  • Whatsapp
Penumpang di Bandara Harus Perlihatkan Hasil Rapid Test
Ilustrasi

SAMPIT/tabengan.com – Bandara H Asan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menerapkan aturan ketat pasca-pemerintah pusat memperbolehkan kembali seluruh layanan moda transportasi beroperasi.

Salah satu di antaranya yakni calon penumpang wajib memperlihatkan hasil rapid test.

Kepala Bandara H Asan Sampit Havandi Gusli mengatakan, persyaratan yang diwajibkan bagi calon penumpang tertuang pada Surat Edaran Nomor 04 Tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 yang dikeluarkan oleh gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Pusat. Jika persyaratan yang tertuang tidak diikuti, maka calon penumpang tidak diperbolehkan berangkat.

“Semua persyaratan wajib diikuti. Jika tidak maka tidak bisa berangkat, karena ini upaya untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya, Selasa (12/5/2020).

Persyaratan tersebut diantaranya, menunjukkan identitas diri seperti KTP, melaporkan rencana perjalanan, menunjukkan hasil negatif Covid -19 berdasarkan Polymerase Chain Reaction( PCR), rapid tes atau surat keterangan sehat dari Dinkes setempat. Kemudian untuk ASN, TNI dan Polri harus menunjukkan surat tugas yang ditandatangi oleh pejabat minimal eselon II. Sementara untuk BUMN, BUMD, organisasi non pemerintah harus menunjukkan surat tugas yang ditandatangani direksi atau kepala kantor.

“Bagi yang tidak mewakili lembaga pemerintah atau swasta harus membuat surat pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan diketahui oleh lurah atau Kades setempat,” ujarnya.

Kemudian persyaratan perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia juga diatur dalam surat tersebut. Di antaranya calon penumpang harus menunjukkan surat rujukan dari rumah sakit untuk pasien yang akan melakukan pengobatan di tempat lain. Kemudian menunjukkan surat keterangan kematian dari tempat almarhum untuk kepentingan mengunjungi keluarga yang meninggal dunia.

“Kita mengacu kepada surat edaran tersebut, sehingga calon penumpang wajib mengikuti kriteria yang sudah ada,” pungkasnya. c-may

Pos terkait