Taat Putusan MA, Iuran BPJS Kesehatan Kembali Nominal Terdahulu

  • Whatsapp
Taat Putusan MA, Iuran BPJS Kesehatan Kembali Nominal Terdahulu

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan secara resmi akan melaksanakan putusan Mahkamah Agung terkait iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) per 1 Mei 2020. Dengan diimplementasikannya putusan MA tersebut, diharapkan peserta JKN-KIS khususnya segmen peserta PBPU dan BP rutin melakukan pembayaran iuran setiap bulannya.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Palangka Raya Muhammad Masrur Ridwan, saat ditemui tim Jamkesnews.com pada Senin (4/5) diruang kerjanya, Masrur mengatakan bahwa iuran peserta program JKN-KIS untuk segmen peserta PBPU dan BP atau yang lebih familiar disebut sebagai Peserta Mandiri akan kembali mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018.

“Setelah putusan MA ini diterima oleh Pemerintah dan akan dimplementasikan pada bulan Mei 2020, maka iuran peserta mandiri yang sebelumnya mengacu pada Perpres Nomor 75 tahun 2019 akan disesuaikan dengan besaran iuran sebelum Perpres Nomor 75 tahun 2019, yaitu mengacu pada Perpres Nomor 82 tahun 2018. Jadi untuk bulan Mei nanti, iuran peserta mandiri per jiwa menjadi Rp80.000/bulan untuk kelas 1, Rp51.000/bulan untuk kelas 2, dan Rp25.500/bulan untuk kelas 3,” kata Masrur.

Masrur juga menambahkan bahwa perhitungan penyesuaian iuran tersebut sejatinya mulai diberlakukan terhitung bulan April 2020, dan BPJS Kesehatan juga sudah melakukan penyesuaian pada sistem terkait pelaksanaan penyesuaian iuran peserta mandiri ini.

“Penyesuaian iuran peserta mandiri tersebut mulai berlaku terhitung bulan April 2020, jadi iuran dari bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2020 tetap sesuai Perpres Nomor 75 tahun 2019 ya. Baru untuk bulan April 2020, peserta yang membayar dengan iuran berdasarkan Perpres nomor 75 tahun 2019 akan diakumulasikan kelebihannya sebagai pembayaran di bulan Mei 2020. Saya juga mengingatkan agar peserta yang sebelumnya terkendala dalam membayar iuran JKN-KIS, dengan kembalinya iuran peserta mandiri yang mengacu perpres Nomor 82 tahun 2018 ini peserta harus rutin dalam melakukan pembayaran iuran,” imbuh Masrur.

Menanggapi penyesuaian iuran program JKN-KIS yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan berdasarkan putusan MA, Widyansari (27) salah satu peserta JKN-KIS mengaku senang dengan pemberlakuan putusan tersebut. “Alhamdulillah kalau iuran kembali normal lagi nanti, jadi bisa agak tenang dan tidak takut menunggak iuran” ungkap Widyansari. **/ist

Pos terkait