Infrastruktur Jelek, Banjir Bukit Rawi Parah

  • Whatsapp
Infrastruktur Jelek, Banjir Bukit Rawi Parah
Ruas Jalan Bukit Rawi yang menghubungkan Palangka Raya dan beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah terputus akibat banjir, menyebabkan antrean yang cukup panjang, Rabu (7/5). TABENGAN/YULIANUS
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Ruas Jalan Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau yang sudah 4 hari terendam banjir, kian memprihatinkan. Antrean macet kendaraan bermotor sepanjang 2 kilometer (Km) terlihat di sekitar lokasi.

Dari pengakuan sejumlah masyarakat yang terjebak macet, sudah ada yang terjebak kurang lebih 3 jam, namun belum kunjung keluar dari kondisi macet tersebut. Hingga berita ini ditulis, kondisi diperparah karena adanya truk pengangkut kayu terbalik dan belum dievakuasi oleh pihak berwajib.

Karena minimnya keberadaan pihak berwajib serta kondisi jalan yang rusak dan berlubang, namun tidak terlihat karena banjir yang merendam jalan tak kunjung turun, menyebabkan akses keluar masuknya kendaraan dari dalam dan luar Kota Palangka Raya terhambat.

Kondisi itu dimanfaatkan sejumlah warga sekitar membuka warung dadakan di tengah-tengah antrean macet, sampai dengan menyediakan jasa transportasi feri penyeberangan menggunakan getek atau kelotok. Namun hal itu hanya bisa digunakan untuk masyarakat yang menggunakan sepeda motor.

Pemprov Monitoring
Banjir di ruas Jalan Bukit Rawi menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, terlebih di tengah terjadinya pandemi Corona Virus atau Covid-19 saat ini. Pada Senin (4/5), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalteng Shalahuddin, bersama Kepala Bidang Bina Marga, dan Kepala Satuan Kerja Balai Jalan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melaksanakan survei dan meninjau lokasi banjir di ruas Jalan Bukit Rawi tersebut.

Pasalnya, ruas jalan tersebut kerap terendam banjir, terutama saat musim penghujan tiba, akibat tingginya curah hujan dan luapan dari Sungai Kahayan dan Sungai Rungan yang ada di sekitarnya.

“Kami monitoring dan survei mengenai ruas jalan yang tergenang banjir di Bukit Rawi, sekaligus melakukan upaya penanganan oleh tim untuk membantu pengendara dan mencegah potensi kerawanan di jalan,” ujar Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalteng Shalahuddin, sembari meninjau ruas jalan yang terendam banjir.

Diungkapkannya, ruas jalan yang rawan terendam banjir di wilayah Bukit Rawi sekitar 3,1 kilometer, sementara yang sudah tertangani baru 800 meter, sehingga masih ada 2,1 kilometer yang belum dan akan secara bertahap dilakukan upaya penanganan.

“Untuk pengerjaan dan anggaran menggunakan APBN, sistem multiyears dengan anggaran mencapai Rp221 miliar di tahun 2020, tahun 2021 dan tahun 2022. Saat ini terus dilakukan upaya-upaya penanganan agar mempercepat perbaikan, sehingga masyarakat nyaman saat melintas,” ujarnya, seperti rilis yang diterima Tabengan, Senin (4/5).

“Kami terus melakukan monitoring di wilayah Bukit Rawi ini, untuk dapat dilakukan evaluasi dalam upaya penanganan,” lanjutnya.

Sementara terkait pembebasan lahan, kata Shalahuddin, Pemprov juga terus berupaya membantu dalam penanganan pembebasan lahan untuk masyarakat di wilayah Bukit Rawi.

“Untuk pembebasan lahan juga dibantu dari dana Provinsi Kalteng, dengan total untuk ganti rugi tanah dan tanam tumbuh sekitar Rp1,8 miliar, warga sudah setuju dan masih proses pembayaran berjalan,” jelasnya.

Antrean Rawan Covid-19
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pulang Pisau John Oktoberiman mengungkapkan, banjir di Jalan Lintas Bukit Rawi, Desa Penda Barania, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulpis telah membuat kemacetan lalu lintas dan bergerombolnya masyarakat, sehingga rawan tertular Covid-19.

“Betul, hari ini (Kamis) sudah mulai bergerombol para pengguna jalan dan di sini perlu adanya Pos Gugus Tugas Covid-19. Karena di sini rentan penyebaran Covid-19, maka saya akan tarik pasukan Dishub yang jaga mengatur lalu lintas di sana dan saya minta Tim Gugus Tugas Covid-19 harus ada,” ucapnya seraya meminta agat Tim Gugus Tugas untuk turun ke lapangan.

Camat Kahayan Tengah I Ketut Nitra mengatakan, sampai sekarang ini kedalaman air di jalur Palangka Raya-Kuala Kurun di Desa Penda Barania sepanjang 2,5 Km kedalaman air masih bertahan sekitar 20-75 Cm. dkw/nus/c-mye

iklan atas

Pos terkait

iklan atas