Hotel Neo Kurangi Jam Kerja dan Tetap Bayarkan THR Karyawan

  • Whatsapp
Hotel Neo Kurangi Jam Kerja dan Tetap Bayarkan THR Karyawan
Manager Hotel Neo Rahmat S. Santoso (tengah) dan Ali (kiri) di lobi hotel Neo, Kamis (7/5). Tabengan/ Daniel
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Managemen Hotel Neo Palangka Raya mengakui terus bertahan serta masih melakukan aktivitasnya sejak awal bulan maret, yang mana pada awal Maret itu banyak hotel-hotel yang terpaksa tutup karena penyebaran Covid-19 semakin meluas dibeberapa wilayah Kalteng, khususnya di Palangka Raya serta dan sepinya tamu.

Rahmat A. Santoso General Manager Hotel Neo mengatakan bahwa kebijakan tersebut diambil agar geliat ekonomi dibidang pertohelan tetap ada, sekalipun dalam kondisi yang sulit. Tambahnya pula, pihak managemen tidak melakukan pemberhentian karyawan, tetapi melakukan pengurangan jam kerja. Sehingga untuk mensiasatinya, kata Rahmat, pihaknya mengatur ulang jadwal kerja bagi semua karyawannya.

“Jumlah karyawan di sini sekitar 50 orang, untuk mensiasati bisnis tetap berjalan dan beroperasi dan pemasukan dan pengeluaran seimbang, kami sudah mengatur yang namanya Endfiveleave. Jadi Cuma separuh yang bekerja untuk setengah bulan, separuhnya lagi istirahat” ujarnya saat dibincangi Tabengan, Kamis (7/5).

Kendati demikian, kata Rahmat, pihak managemen Hotel Neo tetap membayarkan semua hak karyawannya termasuk Tunjangan Hari Raya (THR).

“Kita ada kesepakatan, untuk THR tetap kita bagikan. Kalau mungkin ada hotel lain cuma 50-50, kita membaginya 10 bulan yang terhitung mundur sejak hari raya tahun 2019. Hanya untuk April dan Mei, kita undur ke bulan Agustus atau ke bulan Desember menunggu sampai bisnis bagus, keuangan perusahaan bagus tapi kalau yang sebelumnya karena memang sudah sempat kita depositokan sebelumnya, itu yang kita bayarkan” imbuhnya.

Rahmat tidak mempungkirinya, ada pro dan kontra ketika mengambil keputusan agar hotel tetap beroperasi di musim Pandemik ini. Namun oleh karena beberapa pertimbangan akhirnya semua setuju hotel tetap beroperasi.

“Kita kumpulin teman-teman semua, karena jangan sampai ada sebagian teman yang berpikiran bahwa menutup hotel itu adalah sesuatu cara yang aman. Sebagian teman yang lainnya pengen hotel tetap beroperasi , tetap ingin bekerja untuk bisa melanjutkan hidup, tetap berpenghasilan dan lain lain. Bagi teman-teman yang tidak sejalan akhirnya mengundurkan diri. Karena rasa takutlah, karena wabah ini dapat datang dari mana saja. cuma kita ajak untuk tetap berpikir positif” ujarnya lagi.

Hingga saat ini, lanjut Rahmat, protokol pencegahan Covid-19 sudah diterapkan di Hotel Neo, tamu-tamu yang check in dilakukan screening dengan thermo gun, dan menerapkan imbauan-imbauan, seperti penggunaan hand sanitizer, menjaga jarak dan menjaga kebersihan.

Ali, Human Resource Developmen (HRD) Hotel Neo, menegaskan bahwa tidak ada satupun karyawan diberhentikan, jikalau pun ada karyawan tersebut berhenti karena mereka resign dengan sukarela dari diri sendiri, tidak ada pemaksaan. “Karena untuk menutup dan membuka hotel kita melibatkan karyawan di sini. Karena mereka juga mempunyai hak untuk tahu, disini serba transparan, mau dibuka dan mau ditutup silahkan. Pada saat general staf meeting kita sampaikan juga, kondisinya bagaimana kalau dibuka konsekuensinya seperti apa, kalau ditutup konsekuensinya seperti apa, silahkan anda memilih kita akan melihat mana pilihan yang terbanyak,” katanya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas