Dua PDP Kapuas Meninggal

  • Whatsapp
Dua PDP Kapuas Meninggal
Proses penjemputan pasien PDP di Kapuas, Selasa (5/5).
iklan atas

KUALA KAPUAS/tabengan.com – Setelah sempat mendapatkan perawatan tim medis RSUD dr H. Soemarno Sostroatmodjo Kapuas, Selasa (5/5/), dua pasien Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia.

Sebagaimana keterangan pers yang disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kapuas, dr. Tri Setya Utami menyampaikan bahwa pasien PDP yang meninggal tersebut keduanya berjenis kelamin perempuan.

Yang pertama usia 56 tahun, warga Kelurahan Selat Hilir yang masuk RS Kapuas pada 27 April 2020, dengan gejala sesak nafas, deman serta gejala lainnya, meninggal dunia pada pukul 00.30 WIB.

Sementara untuk pasien kedua, warga Selat Tengah usia 38 dengan Keluhan batuk, awalnya pada 26 April 2020, sebelumnya hanya berstatus ODP dan hanya dilakukan karantina mandiri di rumah, namun karena kondisi kesehatannya memburuk, sehingga pada 3 Mei masuk RS Kapuas dan statusnya ditingkatkan menjadi PDP, dan Pasien meninggal pada pukul 11.30 Wib.

“Benar kedua pasien PDP kita telah meninggal hari ini dan kita masih menunggu hasil pemeriksaan lebihlanjut guna mengetahui pastinya, sebab keduanya telah dilakukan swab pada tanggal 2-3 Mei 2020,” katanya.

10 Orang Positif, 6 Orang Kabur
Sementara di Kabupaten Katingan, hasil RDT di Desa Dahian Tunggal, Kecamatan Pulau Malan pada claster Gowa sebanyak 26 orang didapati 11 orang negatif, dan 10 orang postif termasuk bayi yang baru berusia 17 bulan, sedangkan 6 orang kabur masih dicari.

RDT yang dilakukan Tim Gugus kepada masyarakat yang terpapar kontak langsung dengan warga yang positif di Desa Dahian Tunggal dilaksanakan pada Senin (4/5) didampingi Camat, TNI, Polri dan Satpol PP Katingan langsung datang ke rumah-rumah warga yang terdampak dan hasilnya sangat mengejutkan lantaran hasl RDT terakhir 10 orang positif belum termasuk 6 orang yang kabur dari kediamannya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Katingan Pimanto membenarkan kejadian tersebut bahkan menyarankan agar 6 orang yang saat dilakukan sambangi ke rumahnya tidak berada dirumah, bahkan informasinya sebagian berada di luar daerah Kabupaten Katingan bisa memeriksakan dirinya.

Menurut Pimanto, pihaknya menunggu dukungan masyarakat karena diperkirakan untuk Desa Dahian Tunggal ini 50 persen yang terpapar karena yang dicek anggota tim gugus di desa tersebut dari 21 orang yang positifnya 10 orang termasuk bayi yang merupakan tetangganya. Langkah kedepannya akan berkoordinasi dengan Tim Kabupaten, karena apabila dijemput secara paksa tanpa peralatan yang standar maka bisa terpapar langsung, karena kontak dengan 6 orang ini, karena informasinya 6 orang ini sudah merayap kemana-mana. c-yul/sus

iklan atas

Pos terkait

iklan atas