Pandemi Covid-19, UPR Sudah Usulkan ke Kemenristekdikti Terkait UKT Mahasiswa

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Adanya wabah virus Corona atau COVID-19 yang melanda seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah (Kalteng), sangat berpengaruh pada pendapatan masyarakat yang menurun, terlebih para orang tua yang anaknya sedang menempuh pendidikan Kuliah, bahkan adapula dari mereka yang dirumahkan hingga di PHK oleh tempat mereka bekerja. Dengan kondisi demikian, dipastikan akan berimbas pada kemampuan mahasiswa untuk memenuhi berbagai kewajibannya, seperti pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Andrie Elia Embang menyampaikan, dengan kondisi yang sedang dihadapi oleh sejumlah mahasiswa UPR tersebut, pihaknya telah mengusulkan kepada Kemenristekdikti, agar bisa menanggapi persoalan pembayaran UKT, saat pandemi COVID-19 sedang berlangsung.

“Semoga saja pihak Kemenristekdikti bisa segera memberikan petunjuk baiknya, demi adik-adik mahasiswa kita,” ujar Andrie, Selasa (5/5).

Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini berharap, agar mahasiswa-mahasiswa dapat bersabar. Sebab, dirinya beserta jajaran civitas akademika memastikan, akan lebih memperhatikan mahasiswa dan tidak akan membiarkan setiap mahasiswa terbebani, terlebih lagi sampai serba kekurangan.

“Kami sudah mengusulkan ke Kemenristekdikti dan pemerintah pusat, akan tetapi isinya tidak dapat saya ekspos, maka dari itu kita hanya menunggu persetujuan dari pemerintah pusat, tentang petunjuk teknis penetapan UKT mahasiswa dan hal ini akan dipertimbangkan semua,” ungkapnya.

Andrie Elia menuturkan bahwa gambaran usulan pihaknya, berkaitan dengan diturunkannya biaya UKT mahasiswa, tanpa memandang golongan. Namun, pihaknya tidak menentukan berapa persen penurunan yang akan disetujui.

“Kalau usulan kami ini disetujui, sebagai tindak lanjutnya ialah kami akan membuatkan SOP, yang akan diisi oleh para mahasiswa sekalian. Jadi, sistemnya nanti yang menetapkan UKT diturunkan dan lain sebagainya, berdasarkan data dari mahasiswa,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Kagama Kalteng tersebut.

Akan tetapi, dirinya menekankan kepada para mahasiswa, apabila kelak seluruh usulan disetujui dan dilaksanakan dimasa mendatang, mahasiswa diminta untuk tidak berbohong terkait pengisian form yang diserahkan.

“Tentunya kami akan melaksanakan itu semua, serta kami juga meminta untuk tetap bersabar, mungkin dalam satu atau dua minggu kedepan, mudah-mudahan sudah ada jawaban petunjuk teknis dari pihak kementerian, tentang penetapan UKT, terhadap mahasiswa baru maupun mahasiswa yang lama, karena dampak dari adanya pandemi Covid-19 ini. Tapi, dalam pengisian data kami minta jangan fiktif,” tegas Andrie.

Kemudian, dirinya menyampaikan agar bagi mahasiswa yang merasa tidak mampu, untuk segera mengajukan permohonan, khususnya mahasiswa grade empat dan lima atau kelas tertinggi.

Namun, Ia kembali menegaskan, agar mahasiswa yang bersangkutan dapat menunjukan pendapatan orang tua, sehingga bisa di cek setiap saat oleh tim verifikasi yang telah disiapkan pihak UPR.

“Registrasi ini akan dimulai sejak bulan Mei 2020 ini, tentunya kami akan membuat SOP tentang pengisian UKT. Bagi mahasiswa yang merasa tidak mampu, kami bolehkan mengajukan penurunan UKT, ” pungkas Rektor dengan ciri khas Peci Loreng ini. bob

Pos terkait