Dampak Covid-19, Mahasiswa Kalteng Terancam DO

  • Whatsapp
Dampak Covid-19, Mahasiswa Kalteng Terancam DO
H Achmad Rasyid dan Duwel Rawing
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Permasalahan yang sedang dialami oleh kalangan mahasiswa-mahasiswi Kalimantan Tengah (Kalteng), baik yang berkuliah di dalam maupun di luar wilayah provinsi saat ini terkait dengan ketidakmampuan mereka dalam membayar uang kuliah, sehingga berisiko drop out, mendapat sorotan dari jajaran legislator Kalteng.

Anggota DPRD Kalteng Duwel Rawing mengatakan, dari informasi yang diterimanya bahwa saat ini ada banyak mahasiswa yang terancam putus kuliah atau drop out (DO), karena tidak mampu untuk membayar uang kuliahnya.

“Hal ini disebabkan akibat penurunan perekonomian masyarakat, termasuk pula orang tua mahasiswa tersebut akibat dari pandemi Covid-19 ini. Mereka mengalami penurunan pendapatan atau mungkin ada pula yang terpaksa harus dirumahkan, bahkan sampai di-PHK,” kata Duwel kepada wartawan, Selasa (5/5).

Menanggapi hal tersebut, politisi senior dari Fraksi PDI Perjuangan Kalteng ini mengatakan, kondisi yang memprihatinkan ini hendaknya segera diatasi oleh pihak pemerintah daerah (Pemda), baik itu pemerintah provinsi (Pemprov) maupun pemerintah kabupaten/kota se-Kalteng.

“Kondisi ini sangatlah memprihatinkan. Ironis sekali ya, di saat kita mengharapkan adanya peningkatan sumber daya manusia (SDM) lulusan dari perguruan tinggi, yang memiliki kualitas, kompetensi dan daya saing. Kini, dengan adanya pandemi Covid-19, justru akan terancam berhenti/terputus, karena tidak mampu lagi membayar uang kuliahnya,” kata Duwel.

Wakil Rakyat daerah pemilihan (Dapil) I, meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas (Gumas) tersebut menambahkan, terlebih saat ini menghadapi penerimaan mahasiswa baru, kemungkinan besar akan sepi. Karena itu, dirinya berharap persoalan ini juga bisa menjadi perhatian serius dari Pemda.

“Saya pribadi sangat mendorong pemerintah daerah, untuk bisa secepatnya melakukan berbagai upaya, serta langkah konkret untuk mengatasi berbagai permasalahan yang sedang dihadapi oleh adik-adik mahasiswa kita ini. Jangan sampai ada yang sampai putus kuliah, karena tidak mampu lagi membayar uang kuliahnya,” ucapnya.

Dirinya juga menambahkan, apa yang disampaikan olehnya ini semata-mata untuk mendorong pemerintah, agar bisa lebih banyak memberikan perhatian, kepada para mahasiswa, baik yang kuliah di dalam maupun di luar wilayah Kalteng.

Mendata Suluruh Mahasiswa
Anggota DPRD Kalteng, H Achmad Rasyid, menyarankan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng agar dapat melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota se-Kalteng. Untuk mengetahui sebaran mahasiswa dari daerahnya masing-masing dan melakukan pemetaan terhadap permasalahan dan kesulitan yang sedang dihadapi.

“Saya mendorong agar Pemda dapat mendata berapa banyak mahasiswa yang kuliah, baik itu di dalam maupun di luar Kalteng, kemudian asal daerahnya dari mana saja, bagaimana kondisi mereka, serta apa saja yang menjadi kebutuhan mereka saat ini. Harus ada langkah cepat dan tepat karena kita tidak tahu sampai kapan pandemi Covid-19 ini akan berakhir,” kata Politisi dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), saat dibincangi Tabengan, Selasa (5/5).

Melalui data ini nantinya, kata dia, pemerintah bisa menentukan bagaimana cara membantu dan menolong mahasiswanya. Bantuan dan uluran pemerintah daerah, sangat dibutuhkan oleh adik-adik mahasiswa, terlebih lagi bagi yang saat ini sedang berkuliah di luar daerah Kalteng yang hidup jauh merantau, untuk menimba ilmu di luar sana,” ujarnya.

“Adik-adik mahasiswa itu merupakan aset kita, yang akan menjadi aset SDM kita untuk masa yang akan datang,” pungkas Anggota Komisi IV DPRD Kalteng ini. bob

iklan atas

Pos terkait

iklan atas