Penderita Covid-19 Tidak Kooperatif Dapat Dipidana

  • Whatsapp
Penderita Covid-19 Tidak Kooperatif Dapat Dipidana
iklan atas
PALANGKA RAYA/tabengan.com – Sepanjang wabah virus Corona atau Covid-19, sudah banyak petugas medis seperti dokter dan perawat terjangkit juga. Salah satu penyebabnya adalah warga yang kurang kooperatif atau berbohong tentang penyakit, perjalanannya, dan kedekatan dengan pihak yang positif tertular. Bahkan ada pula yang telah terbukti positif Covid-19 namun justru melarikan diri sehingga berisiko menulari orang lain.

 “Sangat bisa diambil langkah hukum pidana dan peraturan daerah (perda) untuk mengaturnya,” ungkap Ketua DPC Perkumpulan Pengacara dan Konsultan Hukum Indonesia (PPKHI) Palangka Raya, Suriansyah Halim, Senin (4/5/2020).

Pernyataan Halim mengacu pada
Pasal 14 UU No 4/1984 Undang-Undang Kesehatan tentang wabah penyakit menular. Ayat pertama tentang pihak yang sengaja menghalangi penanggulangan wabah dengan ancaman pidana maksimal satu tahun penjara dan denda Rp1 juta. Ayat kedua tentang pelanggaran dari pihak yang karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah diancam dengan kurungan maksimal enam bulan penjara dan atau denda Rp500.000.

Menurut Halim, dua pasal tersebut sudah dapat menjerat pihak yang menyembunyikan informasi atau sengaja melarikan diri dari isolasi sehingga membahayakan masyarakat. “Karena ini specialisnya. Sesuai asasnya aturan khusus mengesampingkan aturan umum,” papar Halim.

Dia mengakui sulit membuktikan unsur kesengajaan dalam kasus wabah penyakit itu. “Sengaja menyembunyikan penyakit sehingga orang lain tertular dan menyebabkan kematian maka bisa dibilang lalai,” tutur Halim.

Dia juga menilai sanksi pidana meski dapat dikenakan namun kurang tepat dalam situasi saat ini dimana lembaga hukum justru hendak mengurangi jumlah pemidanaan atau pemenjaraan demi mengurangi risiko berjangkitnya Covid-19.
“Sanksi tidak harus penjara. Bisa juga sanksi denda yang sesuai kesalahan,” saran Halim. dre
iklan atas

Pos terkait

iklan atas