Pedagang Makanan Ramadan Akui Pendapatan Turun 70 Persen

  • Whatsapp
Pedagang Makanan Ramadan Akui Pendapatan Turun 70 Persen
Aktivitas warga yang membeli wadai Ramadan di jalan Pinus ditertibkan dan dijaga petugas. Foto diambil hari Jumat (1/5) sore. TABENGAN/DANIEL

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Memasuki puasa hari ke delapan di tengah kondisi pandemi Covid-19, dari pantauan Tabengan, Jumat (1/5), aktivitas pasar wadai dibilangan jalan Pinus mulai tertib karena dijaga petugas. Dimana sebelumnya warga berkerumun saat membeli berbagai keperluan berbuka puasa.

Namun di sisi lain, para pedagang makanan dan wadai yang menjajakan makanan pembuka puasa merasakan semakin sulit mendapatkan penghasilan.

Suryadi, salah seorang pedagang mie ayam dan bakso mengakui bahwa lapaknya tidak seramai bulan puasa tahun-tahun sebelumnya.

“Sepi banget pak, penyakit ini bawa pengaruh besar banget. Yang ramai hanya jalanannya saja, dari tadi lalu lalang,” ujarnya saat dibincangi Tebengan.

Kemudian Ardi, salah seorang pedagang lainnya juga mengatakan hal serupa. Sejak dinaikkannya status wilayah Kota Palangka Raya PSBK pendapatannya sangat berkurang.

“Dari awal disuruh tutup tapi ada sebagian warung tetap berjualan, jadi saya juga tetap berjualan. Semakin tidak jelas ke sininya. Sekarang hanya kira-kira 30 persen lah hasil dagangan di hari ke delapan puasa ini. Dihitung-hitung ada sekitar 70 persen pendapatan hilang,” ungkapnya.

Para pedagang ini terus berharap semuanya dapat segera kembali normal, agar roda ekonomi khususnya usaha kecil masyarakat dapat bertahan. dsn

Pos terkait