Teror Bom Seruyan, Sebelum Meletakan Bom Palsu Pelaku Nyabu

  • Whatsapp
Teror Bom Seruyan, Sebelum Meletakan Bom Palsu Pelaku Nyabu
Tampak Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Polda Kalteng saat mengamankan benda menyerupai bom dan akhirnya diketahui bom palsu.
iklan atas

KUALA PEMBUANG/tabengan.com – Masyarakat Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, pada Jumat (1/5) malam, sempat dihebohkan dengan penemuan benda mencurigakan mirip bom yang diletakkan di teras Masjid Nurul Yaqin, Kuala Pembuang.

Sontak, penemuan benda yang pertama kali dilihat oleh penjaga malam masjid terbesar di Kuala Pembuang ini, disampaikan kepada petugas marbot masjid, yang langsung melaporkannya ke pihak kepolisian.

Tidak berselang lama, jajaran Polres Seruyan langsung menuju lokasi dan melokalisir seluruh akses masuk menuju kawasan Masjid Nurul Yaqin, Kuala Pembuang.

Kapolres Seruyan AKBP Agung Tri Widiantoro juga langsung berkordinasi dengan Polda Kalteng untuk meminta bantuan agar segera didatangkan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Polda Kalteng.

Menunggu kedatangan Tim Jihandak dari Polda Kalteng, jajaran Polres Seruyan terus bekerja keras, mengungkap siapa pelaku peletakan barang mencurigakan mirip bom di teras masjid. Dengan mengumpulkan data di lapangan dan rekaman CCTV, akhirnya ditemui titik terang pelaku.

Kapolres Seruyan AKBP Agung Tri Widiantoro saat menggelar konferensi pers mengungkapkan, dalam waktu 10 jam, jajarannya telah berhasil mengungkap pelaku di balik teror yang sempat meresahkan ini.

Jajarannya berhasil meringkus pelaku HG alias Iwan (22), pemuda warga Kampung Kumai, Kuala Pembuang I, Kecamatan Seruyan Hilir. Setelah diteliti, ternyata benda mencurigakan mirip bom yang diletakkan pelaku adalah bom palsu.

Hal ini terungkap setelah dilakukan penyelidikan oleh Tim Jihandak Brimob Polda Kalteng, ternyata setelah dilakukan pengecekan dengan menggunakan peralatan pengecekan bahan peledak, benda tersebut hanya ada baterai, kabel dan komponen listrik lainnya.

“Di dalam benda mirip bom ini, tidak ada terdapat detonator dan tidak ada ekplosifnya, sehingga dipastikan bom tersebut merupakan bom palsu dan bukan bom, tetapi benda yang dirakit pelaku menyerupai bom,” jelasnya.

Dia mengimbau masyarakat tidak perlu resah, karena ini bukan ancaman terror, tetapi motif pelaku melakukan ini hanya karena iseng lantaran terobsesi dari melihat video perakitan bom dari YouTube.

Selain itu, pelaku HG alias Iwan, ternyata setelah dilakukan tes urine positif menggunakan narkoba. Urine pelaku positif mengandung ampetamin, dan mengakui 2 hari sebelumnya menggunakan narkoba jenis sabu.

“Motifnya aksi yang dilakukan tidak ada selain iseng, lantaran pelaku terobsesi merakit bom, yang dilihat dari video YouTube, kemudian dipraktikkan, merakit sendiri benda mirip bom ini. Kemungkinan besar lantaran berhalusinasi karena pengaruh dari narkoba yang digunakannya,” tambah Kapolres.

Atas perbuatannya, pelaku melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 jo Pasal 187 KUHP dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.

Senang Menyendiri
Terduga teror bom HG alias Iwan (22) di Masjid Nurul Yaqin, Kuala Pembuangan, Seruyan dikenal sebagai sosok pemuda yang senang menyendiri.

“Pemuda itu memang suka menyendiri, tidak suka bergaul seperti pemuda lainnya. Dia lebih banyak berada di rumah,” kata Salim, seorang warga yang berdekatan dengan rumah terduga teror bom.

Dia menjelaskan, pemuda yang dikenal dengan Iwan tersebut, kalau misalnya keluar rumah cuma sebentar, kemudian dia kembali ke rumah lagi.

Pihaknya menambahkan, pemuda itu memang sudah lama tinggal di kos bersama dengan orang tuanya tepatnya di Jalan Mayjend Suprapto, RT 24. “Kalau orang tuanya, seperti biasanya masih sering bergaul bersama orang sekitar dan tetangga,” jelasnya. ant/c-din

iklan atas

Pos terkait

iklan atas