Sabran Serukan Pemda Perlu Kaji Obat Herbal di Kalteng

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Tokoh Kalimantan Tengah (Kalteng) Sabran Achmad, sedikit angkat bicara terkait dengan kebijakan pemerintah daerah, dalam menyikapi permasalahan penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kalteng. Bukan masalah penanganan yang menjadi sorotan tetua Kalteng ini, melainkan informasi kepada masyarakat dalam memperkuat daya tahan tubuh.

Sabran menegaskan, selama ini pemerintah selalu menganjurkan untuk melaksanakan social distancing ataupun physical distancing. Dimana kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan orang banyak dilarang, demi menekan penyebaran virus Covid-19 lebih luas lagi. Kebijakan itu sangat tepat, dan patut mendapatkan apresiasi.

“Hanya saja, pemerintah melalui instansi terkait tidak pernah mengumumkan atau menyampaikan kepada masyarakat, dalam upaya mencegah salah satunya memperkuat daya tahan tubuh, apa yang harus diminum. Misalnya harus harus minum vitamin, vitamin apa, suplemen dengan kandungan apa, sehingga daya tahan tubuh kuat, dan mampu mencegah penularan,” kata Sabran, saat menyampaikan responnya terkait dengan upaya bagi masyarakat dalam memperkuat daya tahan tubuh, Minggu (3/5) di Palangka Raya.

Misalnya, lanjut Sabran, masyarakat diminta untuk minum vitamin dengan kandungan ini, yang tujuannya seperti ini. Ini harus diumumkan oleh pemerintah melalui instansi terkait. Artinya, upaya pencegahan tidak saja dilakukan dari luar tubuh, tapi juga dari dalam tubuh. Sekarang ini, pemerintah tidak ada mengumumkan apa yang sebaiknya dikonsumsi masyarakat dalam memperkuat daya tahan tubuh.

Kemudian lagi, kata Sabran, Kalteng ini kaya akan berbagai jenis obat herbal. Masih lekat dalam ingatan, bagaimana peneltian hasil anak sekolah mampu mengantarkan hasil bumi Kalteng yakni bajakah, sampi ketingkat internasional. Pertanyaannya, sudahkan pemerintah daerah melakukan penelitian terhadap berbagai jenis tanaman herbal yang ada di Kalteng.

Sekarang ini, kata Sabran lagi, sementara menunggu obat yang memang resmi dari internasional dalam mengatasi virus Covid-19, apakah pemerintah daerah sudah melakukan kajian yang bersifat kearifan local. Begitu banyaknya berbagai jenis tanaman obat di Kalteng, bukan tidak mungkin satu diantaranya mampu untuk mengatasi virus berbahaya itu.

Apa yang sudah dilakukan pemerintah daerah, ungkap Sabran, sementara menunggu obat resmi dari internasional. Mengapa, obat herbal tidak menjadi salah satu opsi untuk dilakukan kajian, sehingga memberikan kontribusi dalam upaya mencari solusi menangkal virus Covid-19 ini.ded

Pos terkait