Banjir Kumai Mulai Surut, Perlu Perbaikan Drainase

  • Whatsapp
Banjir Kumai Mulai Surut, Perlu Perbaikan Drainase

PANGKALAN BUN/tabengan.com- Banjir yang terjadi di 3 kelurahan di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (2/5/2020) malam, mulai surut. Agar tidak terjadi banjir lagi pada saat curah hujan tinggi, perlu adanya perbaikan drainase dan pelebaran sungai.

Camat Kumai Yudi Hudaya mengatakan, saat ini kondisi banjir di Kelurahan Candi, Kumai Hilir dan  Kumai Hulu telah surut karena begitu terjadi luapan air pada Jumat (1/5/2020), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar dan Damkar Kobar langsung melakukan penyedotan terhadap drainase yang mampet.

“Air mulai surut, hanya ada beberapa rumah warga yang masih tergenang air karena posisinya berada di bantaran sungai. Banjir yang terjadi karena tidak lancarnya aliran air drainase maupun sungai, karena banyak bangunan yang menutup atau berada di atas drainase tersebut,” kata Yudi Hudaya kepada Tabengan, Sabtu.

Agar tidak terjadi banjir kembali, lanjutnya, perlu adanya perbaikan atau dibongkar saluran menyeberang jalan di depan Kantor KUA Kelurahan Candi. Selain itu, drainase di belakang Koramil Kumai hulu perlu dilanjutkan kembali pengerjaan yang sebelah kanannya.

“Yang lebih prihatin lagi kenapa banjir ini selalu terjadi karena banyak warga membuat dapurnya di atas drainase. Sementara di Kelurahan Kumai Hilir, Sungai Jayau hanya perlu pembagian aliran sungainya, kalau bisa dikoneksikan ke Sungai Panggung di bagian hulunya. Sungai Jayau selama ini banjir, karena ada pengaruh pasang surut air laut. Apabila laut pasang, maka air dari curah hujan dari darat tertahan,” ujar Camat Kumai.

Sementara itu, Pahrul Laji, Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kobar mengatakan, banjir yang terjadi di  Kecamatan Kumai pada Jumat mulai pukul 16.00 sampai dengan pukul 20.00 WIB langsung ditangani oleh tim dengan melakukan penyemprotan drainase yang tersumbat. Penanganan dilakukan hingga Sabtu pukul 02.30 WIB dini hari.

“Akibat banjir itu rumah yang terdampak berdasarkan data yang kami rilis untuk Kelurahan Candi di RT 1 ada 16 rumah,

RT 2 ada 48 rumah dan RT 9  ada  3 rumah, sedangkan untuk Kelurahan Kumai Hulu terjadi di RT 14. Ada 7 rumah yang terdampak, semuanya tergenang air sekitar 30 cm sampai dengan 50 cm,” kata Pahrul.

Lanjut Pahrul, penyebab banjir berdasarkan evaluasi di lapangan selain karena curah hujan dengan intensitas tinggi, juga kecilnya saluran air yang didukung lagi drainase yang tidak mampu menampung debit air.

“Penyebab lainnya adalah  tersumbatnya aliran air karena tiang dapur rumah warga di RT 14 Kelurahan Kumai Hulu pas di atas saluran air. Drainase juga tersumbat karena tumpukan sampah yang larut menyebabkan kenaikan debit air hingga rumah warga di Kelurahan Candi,” Beber Pahrul. c-uli

Pos terkait