183 OTG Belum Jalani Swab Sampel

  • Whatsapp
183 OTG Belum Jalani Swab Sampel

PANGKALAN BUN/tabengan.com – Sebanyak 183 Orang Tanpa Gejala (OTG) yang kini dalam pengawasan tim medis Puskesmas belum melakukan pemeriksaan swab sampel. Belajar dari peningkatan kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat, justru pasien yang positif Covid-19 awalnya adalah OTG.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kobar Ahmad Sulkan mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini tetap akan melakukan swab sampel terhadap OTG klinis Covid-19.

“OTG ini adalah orang yang pernah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 dan orang yang pernah berpergian dari daerah terjangkit. Saat ini wilayah kita masuk zona merah dengan adanya 18 orang yang positif terinfeksi Covid-19, sehingga Kobar termasuk wilayah terjangkit Covid-19,” kata Ahmad Sulkan di sela-sela pemantauan pengambilan swab sampel terhadap klaster Gowa dan klaster Pesantren Temboro di Rumah Sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Sabtu (2/5/2020).

Meski belum menunjukkan gejala, lanjut Sulkan, para OTG ini tetap dalam pengawasan tim medis Puskesmas, sama halnya dengan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang saat ini ada 20 orangĀ  keberadaannya terus dipantau Puskesmas.

“Gejala klinis Covid-19 ini kan batuk, pilek, demam dan sesak napas. Jika ODP menunjukkan salah satunya, maka naik status jadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan langsung dirawat dalam ruangan Isolasi. Kasus penyebaran Covid-19 di Kobar sangat mengkhawatirkan karena adanya pasien positif Covid-19 justru dari orang tanpa menimbulkan gejala terlebih dahulu. Inilah kenapa kami secara bertahap melakukan swab sampel terhadap OTG,” ujar Sulkan.

Sulkan menambahkan, percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Kobar, setiap Puskesmas tidak pernah berhenti lakukan tracing dari level 1, 2 dan level 3. Seluruh tahapan hasil tracing tetap dalam pemantauan Puskesmas.

“Tracing ini langkah cepat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona, karena yang kami khawatirkan penyebaran virus dari klaster yang baru. Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat jika baru tiba dari daerah terjangkit mohon segera melapor ke Puskesmas dan lakukan isolasi mandiri selama 14 hari, selama isolasi nantinya petugas kesehatan Puskesmas terus memantau perkembangan kesehatannya,” kata Sulkan. c-uli

Pos terkait