Gaji Telat 3 Bulan, Buruh PT SMJL Portal Pabrik

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Ratusan buruh perusahaan besar swasta (PBS) perkebunan kelapa sawit PT Sakti Mait Jaya Langit (SMJL), melakukan aksi unjuk rasa dengan memortal pintu gerbang pabrik kelapa sawit (PKS) milik perusahaan tersebut.

Dalam video rekaman aksi yang diterima Tabengan, Selasa (28/4), para buruh menutup pintu masuk menuju pabrik dengan meletakkan beberapa drum, batang kayu, ranting pohon dan batang kelapa sawit.

“Pemortalan jalur pabrik kelapa sawit PT SMJL. Karena gajinya lambat, jadi diportal oleh karyawan,” kata pria yang mengambil video, dalam rekaman.

Dihubungi lewat aplikasi WhatsApp soal video tersebut, buruh berinisial Ar yang merekam demo, menjelaskan aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes kepada PT SMJL yang sudah tiga bulan tidak membayar gaji buruh. Aksi sudah dua hari berturut-turut, Senin (27/4) dan Selasa (28/4). “Sejak Februari (gaji belum dibayar). Perusahaan hanya janji-janji,” kata Ar.

Dijelaskan, ada lebih dari 500 buruh yang ikut aksi, mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Lantas, apa reaksi pihak perusahaan? “Tanggapan perusahaan katanya tunggu dalam Minggu ini,” kata Ar.

Humas PT SMJL, Abdul Kadir, yang dikonfirmasi terpisah via aplikasi WhatsApp, tidak memberi respons, meski ia membaca pesan wartawan. Pesan yang dikirim sejak Rabu (29/4) pagi, hingga sore tidak dibalas.

Perusahaan sawit yang terletak di Desa Lahei Mangkutup, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas itu, sudah berkali-kali telat membayar gaji buruh. Aksi demo semacam ini, juga sudah berkali-kali digelar.

Tak hanya menunggak gaji buruh, PT SMJL juga sering telat membayar buah sawit dari perusahaan lain yang disetor ke pabrik mereka. Bahkan pada Februari 2020 lalu, PT SMJL disomasi oleh PT Berkala Maju Bersama (BMB) karena setoran buah sawit sejak tahun 2018 hingga 2020 untuk dijadikan minyak sawit, belum dibayar. Total tagihan PT BMB ke PT SMJL mencapai Rp3,4 miliar. mel

Pos terkait