Terpaksa Tidur Pakai Masker dan Pisah Kamar dengan Anak

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com -Tim medis menjadi garda terdepan dalam menangani pasien positif Covid-19. Memiliki resiko yang cukup tinggi tertularnya virus Corona, meskipun sudah memakai Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap. Hal ini mendorong para medis untuk aktif memeriksakan diri, memastikan aman dari virus Corona.

Misalnya saja dr Ricka Brillianty Zaluchu, SpKF, dokter spesialis forensik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus. Meskipun dirinya berada di garda terakhir karena bertugas mengurus jenazah covid 19, tetap memiliki kekhawatiran tertularnya viru Corona.

“Sedikit banyaknya pasti ada rasa takut, makanya saya antara kemauan sendiri dan dorongan kawan-kawan satu tim supaya lebih waspada dan melakukan rapid test, tapi alhamdulillah nonreakitf alias negatif, namun ada juga yang sakit diistrahatkan isolasi mandiri,” kata Ricka, Rabu (29/4/2020).

Tes tersebut dilaksanakan Selasa (28/4/2020). Ricka mengaku hatinya berdebar selama menunggu hasil tes, namun setelah hasil tesnya menunjukan nonreaktif iapun merasa tenang. Saat ini bertugas hampir 24 jam dan kapanpun ke rumah sakit ketika ada kasus kematian yang positif maupun yang berkaitan eratnya dengan corona.

Setelah pelayanan membungkus jenazah, Ricka tidak langsung pulang ke rumah, tetapi pergi ke wisma yang disediakan oleh pemerintah untuk keperluan mandi dan istrahat, setelah itu baru pulang ke rumah. Namun saat tidak ada kasus kematian, ia langsung pulang ke rumah setelah lepas tugas.

Meskipun hasil tes menunjukan nonreaktif, masih tetap ada rasa takut dan khawatir terhadap kesehatan anggota keluarganya yang ada di rumahnya, apalagi setelah membungkus jenazah Covid-19, terpaksa memilih tidur menggunakan masker dan di kamar terpisah dengan anaknya. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas