Derita Penjual Pakaian yang Bertahan di Tengah Wabah Covid-19

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Ekonomi semakin lesu karena dampak Covid-19 terus menyerang sendi-sendi kehidupan. Kali ini, dirasakan oleh Ira Oktavia, seorang pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang menjual pakaian wanita di bilangan Jalan Rajawali, Palangka Raya.

Ira mengaku biasa dalam sehari pakaian di tokonya laku terjual 3 sampai 6 buah. Namun, sudah beberapa bulan ini, sama sekali belum ada yang terjual.

“Harga tergantung model dan bahan. Tapi di sini jual kisaran Rp60.000-Rp100.000. Sekarang ini banyak saingan, toko online ditambah Covid jadi anjlok banget, biasa 3 stel bahkan lebih, tapi sampai sekarang belum ada barang kejual,” beber Iras kepada Tabengan, Senin (27/4).

Ira mengungkapkan, tahun-tahun sebelumnya sekalipun masih awal puasa, toko sudah ramai dikunjungi konsumen yang akan mencari baju Lebaran. Pada tahun ini, keadaannya jauh berubah akibat dampak Corona.

“Awal puasa ini juga sepi, belum ada pembeli. Bahkan malah ada yang tutup” ucap Ira.

Dia mengakui ada rencana untuk berjualan melalui online. Namun menurut Ira, tetap harus memiliki tempat untuk menyimpan pakaian-pakaian yang akan dijual.

“Kalau sewa toko Rp7.000.000 per tahun. Tapi kalau situasi seperti ini terus susah juga, belum token isi seminggu sekali Rp50.000 karena berbagi dengan toko sebelah. Uang keamanan Rp30.000 per bulan, kebersihan juga Rp30.000 per bulan, tapi bisa dibayar harian. Tiap hari Rp1.000 untuk kebersihan. Harapan sih semua berjalan normal kembali, supaya ekonomi dapat terus jalan,” tutupnya. dsn

Pos terkait