Pedagang Wadai Cemas jika Terjadi Semi Lockdown

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pasar Ramadan yang biasa setiap tahun digelar selama bulan suci Ramadan, karena virus Covid-19 sedang melanda Palangka Raya, operasionalnya dibatasi, bahkan bisa-bisa dilarang untuk beroperasi. Kebijakan itu untuk menghindari kerumunan masyarakat yang melakukan aktivitasnya ketika mencari bahan makanan untuk berbuka puasa.

bakal adanya kebijakan tersebut membuat sejumlah penjual jajanan membuka lapaknya disekitar dibilangan Jalan Pinus menjadi cemas.

salah satunya adalah Hj Ita, yang sudah beberapa hari ini menjual kue di sekitar Jalan Pinus. Selain mengeluhkan wabah Covid-19 yang hingga saat ini mendera Palangka Raya, dia juga agak takut kalau-kalau dilarang berjualan.

“Hari pertama ramai sekali, hari ke dua hujan. Hari ini lumayan, tadi 1 jam menjelang berbuka banyak yang datang penuh jalanan dengan orang-orang,” ujarnya.

Ita mencemaskan rencana pemberlakuan adanya rencananya pemerinta melakukan semi lockdown di Palangka Raya.

“Tunggu keputusan rapat pak Walikota nanti malam saja. Kita kan hanya ikuti aturan,” tukasnya.

Di tempat yang sama Ali, pedagang kembang api. Juga terlihat pasrah dengan kondisi saat ini. Oleh karena wabah, ramadan tahun ini sepi, dan penghasilan juga terpengaruh.

“Tahun-tahun sebelum adanya Covid-19 ini, minggu – minggu pertama jualan dapat lumayan. Ini sudah 3 hari sepi. Belum tahu bagaimana kedepannya,” ungkapnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas