Penggunan Dana Covid-19 Harus Transparan

  • Whatsapp
HJ SITI NAFSIAH
HJ SITI NAFSIAH
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Wakil Ketua Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kalteng, Hj Siti Nafsiah menyampaikan bahwa pihaknya juga sepakat, atas usulan realokasi anggaran struktur anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Tahun 2020, sebesar Rp689 miliar lebih, untuk penanganan Corona Virus Disease 2019 Covid-19.

Namun, menjadi satu catatan, dari fraksi Partai Golkar DPRD Kalteng, ialah perincian atau floating anggaran harus disampaikan secara jelas dan terperinci. Sehingga, bisa dipertanggungjawabkan, dalam hal penggunaan anggaran tersebut.

Dikatakan Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) tersebut, pihaknya masih belum menerima perincian dari penggunaan anggaran penanganan Covid-19, mengingat bahwa saat ini data maupun laporan yang disampaikan kepada Dewan, hanya berupa laporan secara global.

“Rincian penggunaan anggaran tersebut masih belum disampaikan kepada kami, memang ada disampaikan data dan laporan secara global, namun floating perinciannya belum. Padahal floating perinciannya lah yang sangat penting,” ucap Wakil Rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) I, meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas (Gumas) dan Kota Palangka Raya tersebut.

Selain itu, Ia juga meminta, agar pihak eksekutif memberikan penjelasan terkait floating yang dimaksud adalah besaran pembagian anggaran secara rinci, berapa yang dianggarakan untuk Alat Pelindung Diri (APD), seperti pembelian masker dan kebutuhan medis lainnya.

“Floating besarannya yang kita belum tahu, memang disampaikan bahwa untuk kesehatan berkisar Rp 200 milyar, tapi rinciannya seperti apa misalnya untuk APD, masker, kebutuhan medis, sampai tenaga medis, maupun pendukung lainnya, seperti tenaga laundry, security, cleaning service yang bekerja dengan resiko tinggi terpapar Covid-19. Hal inilah mengapa kita meminta agar Pemerintah khususnya tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, bisa transparan terkait perincian penggunaan anggaran COVID-19 tersebut,” tutupnya. sgh

iklan atas

Pos terkait

iklan atas