Palangka Raya Berlakukan Semi Lockdown

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya akhirnya memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Kecamatan/Kelurahan (PSBK) dan semi lockdown untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, semi lockdown ini diberlakukan berdasarkan sebaran virus di Kota Cantik yang terus bertambah setiap harinya.

“Ada enam dari 30 kecamatan di Kota Palangka Raya yang masuk dalam zona merah Covid-19 yakni Kelurahan Palangka, Menteng, Bukit Tunggal, Panarung, Pahandut, serta Langkai. Jadi Kota Palangka Raya akan berlakukan PSBK dan semi lockdown secara ketat untuk memutus penyebaran Covid-19 ini,” kata Fairid, baru-baru ini.

Semi lockdown, ungkap Fairid, akan diberlakukan mulai Senin (27/4). Kebijakan yang diambil ini juga sudah melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng), sehingga dengan diterapkannya semi lockdown tersebut semua akses keluar dan masuk ke daerah zona merah akan dijaga ketat.

Secara teknis, Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, dalam penerapan semi lockdown tersebut akan ditempatkan posko checkpoint utama di setiap kelurahan, dan masing-masing kelurahan akan ada checkpoint lainnya. Di setiap checkpoint tersebut akan mengawasi setiap pergerakan keluar masuknya penduduk.

“Semi lockdown ini harapannya agar penduduk di rumah saja. Kalaupun mereka keluar, harus melapor kepada petugas mau ke mana, apa keperluannya. Di tiap RT/RW juga kita harapkan akan segera dibangun blokade,” jelas Emi.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya ini menambahkan, dalam semi lockdown ini yang akan dibatasi adalah pergerakan penduduknya. Keluar masuknya penduduk akan sangat betul-betul diawasi, dan jangan sampai pendatang asing masuk.

“Setiap penduduk diharapkan tak ada yang bersosialisasi atau mengunjugi orang lain apabila tak ada kepentingan. Tapi jika tujuannya mau berbelanja silakan, para Ojol atau memiliki keperluan mendesak lainnya, maka tim di tiap checkpoint akan mempersilakan. Selain itu, maka dilarang,” bebernya.

Saat ditanya pemberlakuan semi lockdown tersebut sampai kapan, dirinya mengatakan jika kemungkinan terbesar akan dilaksanakan hingga tanggap darurat berakhir pada 25 Juni mendatang. Namun, apabila dalam 14 atau 24 hari tak ada penambahan ODP, PDP, maupun kasus positif serta pemerintah telah menyatakan clear maka semi lockdown akan diakhiri.

“Minggu malam ini, kami akan berkoordinasi bersama Pak Wali Kota untuk kesiapannya. Tim gugus tugas yang terdiri dari TNI/Polri, Satpol PP, BPBD hingga relawan seperti tokoh agama pun akan membantu mengawasi pemberlakuan semi lockdown ini,” pungkasnya. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas