Suka Duka Dokter Forensik Tangani Jenazah Covid-19

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Dokter forensik di Rumah Sakit Umum Daerah dr Doris Sylvanus Palangka Raya menceritakan suka duka mengurus jenazah, baik Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun yang sudah positif Covid-19.

Salah satunya dokter Ricka Brillianty Zaluchu, SpKF. Mengemas jenazah yang meninggal karena Covid-19 membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam. Setelah itu mengantarkannya ke pemakaman. Bahkan bersama timnya yang kurang lebih 5 orang harus turun tangan langsung menimbun tanah ke dalam liang lahat.

“Belum lagi beberapa waktu lalu mengantarkan jenazah ke pal 12 pemakaman Nasrani, kasihan sekali jenazahnya tidak mau ditimbun oleh penggali kuburnya. Alasannya tidak ada alat pelindung dirilah, padahal tim medis kan bukan penggali kuburan,” kata Ricka, Minggu (26/4).

Dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, ia harus siaga hampir 24 jam. Bahkan beberapa waktu lalu kembali ke ruang jenazah RSUD Doris Sylvanus tengah malam untuk mengemas dan mengantar jenazah ke pemakaman. Sebelum diantar ke pemakaman, memastikan jenazah aman untuk penggali kubur saat di pemakaman. Namun, kadang para penggali kubur mengaku masih takut.

Perempuan kelahiran Jakarta, 24 Maret 1974 ini menuturkan, proses pemulasaran jenazah saat wabah Covid-19 menggunakan protap yang berlaku saat ini sesuai standar WHO. Petugas harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) level 3 lengkap.

Dimulai dari disinfektan jenazahnya dengan larutan disinfektan di sekitar tempat pasien yang meninggal disusul dengan pembungkusan jenazah menggunakan plastik tebal berlapis dua, lalu dilapisi kembali oleh plastik tebal lainnya. Selanjutnya disemprotkan kembali cairan disinfektan di atas tubuh yang telah terbungkus dan dilakban rapi.

Kemudian peti jenazah juga akan dikemas dengan lapisan aluminium foil tebal dan dilapisi plastik tebal sebelum jenazah kami masukkan dalam peti. Sebelum peti ditutup disinfektan kembali dan sekeliling peti juga akan didisinfektan untuk keamanan orang-orang di sekitarnya yang masih hidup supaya tidak menularkan dan juga aman untuk tim penggalian kubur. Seluruh jenazah di masa wabah akan diberlakukan sesuai wabah.

Saat pengantaran jenazah, keluarga boleh ikut namun tidak dalam mobil jenazah, tetapi menggunakan kendaraan lain. Pada saat pemakaman, keluarga yang mengantar harus berjarak dan menggunakan masker. Bagi jenazah muslim akan tetap dipasangkan kain kafan dan ditayammumkan sesuai syariat agama Islam oleh seorang ustaz dan yang Nasrani juga ada pendetanya.

“Suka duka menangani jenazah di masa Covid-19 ini bersama perawat-perawat kami Tim Kamboja Covid luar biasa. Mereka luar biasa semangat bekerja, susah senang dirasakan bersama, benar-benar harus saya acungkan jempol atas pengorbanan waktu dan tenaga mereka,” imbuh dokter lulusan spesialis forensik dan medikolegal Universitas Diponegoro Semarang tahun 2014 ini.

Sementara itu, ia meminta kepada masyarakat yang mempunyai gejala Covid- 19, agar belajarlah untuk berkata jujur saat ditanya dokter, apakah pernah bepergian keluar kota atau keluar negeri yang berzona merah. Tetap di rumah supaya pekerjaan tim medis lebih ringan karena kalau tidak taat dengan imbauan pemerintah, bagaimana bisa dapat memutuskan rantai penularan.

“Kami juga lelah dengan kondisi seperti ini. Keluarga di rumah juga merindukan kehadiran kami. Sudah banyak tenaga medis yang wafat dan jatuh sakit akibat wabah ini, anda-anda adalah garda terdepan saat ini, jangan biarkan kami sebagai garda terakhir untuk tumbang sebelum perang ini berakhir,” kata dokter yang bertugas sejak 4 Januari 2015 di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalteng ini.

Ia mengajak masyarakat bekerja sama memutuskan rantai penyebaran Covid- 19 ini bersama-sama, dengan mengikuti anjuran pemerintah tentang penggunaan masker terutama saat berada di luar rumah. Jaga jarak dengan orang sekitar.

Hindari berada di kerumunan orang, selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir karena lebih efektif mencuci tangan dibanding penggunaan hand sanitizer. Jangan menyentuh area wajah terutama hidung dan mulut setelah menyentuh benda-benda yang telah tersentuh orang banyak. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas