Pemko Terapkan Aturan Larangan Mudik

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pemerintah Pusat RI melalui Menteri Perhubungan telah menerbitkan aturan berupa Permenhub Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya pun sudah turut mengaplikasikan aturan tersebut. Sejak ditetapkannya aturan itu per tanggal 24 April pukul 24.00 WIB, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Palangka Raya yang terdiri dari TNI/Polri, Dishub dan Satpol PP telah melakukan sosialisasi pada pos-pos pengawasan di pintu keluar masuk Kota Cantik.

Kepala Dishub Kota Palangka Raya Alman Pakpahan kepada Tabengan mengatakan, pada 25-26 April pukul 19.00 sampai 07.00 WIB, telah melakukan pemantauan dan pengawasan di Pos Pahandut Seberang dan Pos Sebangau.

Selain meminta kepada mereka yang hendak mudik untuk mematuhi aturan larangan mudik, juga dilakukan penindakan terhadap masyarakat yang tak gunakan masker.

Pada Pos Pahandut Seberang, ungkap Alman, selama pemeriksaan terhadap 104 unit mobil, 119 unit motor, 43 unit truk dengan total 344 orang yang diperiksa, ternyata ditemukan 7 orang yang masih membandel tak gunakan masker dan diperintahkan untuk putar balik.

Sedangan di Pos Sebangau dilakukan pemeriksaan terhadap 97 unit mobil, 110 unit motor dan 85 unit truk dengan total 413 orang yang diperiksa, ditemukan 28 orang yang tak gunakan masker dan 15 unit kendaraan yang diperintahkan untuk putar balik.

“Seluruh yang tak pakai masker dan pemudik, mau tak mau kita arahkan untuk memutar balik dan kembali,” kata Alman, Minggu (26/4).

Kepada masyarakat yang hendak mudik, Alman menjelaskan, pengaplikasian Permenhub tersebut di Kota Palangka Raya diberlakukan sejak 24 April hingga 31 Mei 2020. Adapun transportasi yang dilarang antara lain transportasi darat, kereta api, transportasi laut dan udara.

Larangan tersebut, lanjutnya, berlaku pada sarana transportasi dengan tujuan keluar/masuk wilayah PSBB, zona merah penyebaran Covid-19, dan aglomerasi yang ditetapkan sebagai wilayah PSBB.

“Ini aturannya berlaku se-Indonesia. Jika ada yang masih memaksa untuk mudik, maka akan diisolasi di daerah tujuan mudik. Bandara, terminal, pelabuhan dan stasiun juga telah ditutup sementara. Jadi kami sarankan agar masyarakat tetap berada di rumah saja,” pungkasnya. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas