Masyarakat Diajak Bersama Tangani Dampak Covid-19

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Andrie Elia Embang, salah seorang tokoh masyarakat adat Dayak Kalimantan Tengah (Kalteng), mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menangani dampak Covid-19 yang sedang mewabah. Terutama kepada setiap orang yang memiliki kemampuan lebih dalam hal finansial.

“Mari kita bersama-sama, bahu-membahu, dan bergotong-royong untuk menangani dampak Covid-19 ini. Karena di tengah kondisi sekarang ini, banyak masyarakat yang kesulitan dalam mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya, Jumat (24/4).

Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) ini melanjutkan, memasuki Bulan Suci Ramadan 1441 Hijriyah saat ini tentu banyak masyarakat yang sangat membutuhkan uluran tangan. Sehingga bantuan berupa paket sembako ataupun beras sedikit apapun, akan sangat membantu masyarakat kurang mampu yang terdampak penyebaran virus Covid-19 tersebut.

Selain itu, dirinya juga mengapresiasi upaya dari Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan anggota DPR RI H Agustiar Sabran dalam membantu meringankan beban masyarakat, walaupun harus merelakan gajinya. Begitu juga upaya pihak-pihak lainnya, yang berusaha membantu meringankan beban masyarakat.

Andrie mengatakan bahwa banyak masyarakat kurang mampu yang merasa terbantu dari aksi sosial tersebut. Selain itu, mahasiswa yang berkekurangan juga mendapatkan bantuan itu.

“Oleh karena itu, saya mengajak pihak-pihak lainnya untuk melakukan hal serupa, baik itu masyarakat yang mampu, maupun dunia usaha yang ada di Kalteng ini. Kalau hanya berharap dari pemerintah, tentu ada keterbatasan dalam hal anggaran,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini.

Tidak lupa dirinya juga kembali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah. Seperti tidak keluar rumah, gunakan masker kalaupun sangat mendesak keluar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, hindari kerumunan, jaga jarak dengan orang lain, dan lain sebagainya.

“Ayo kita bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini di Kalteng, agar kita bisa segera kembali ke kehidupan yang normal seperti sebelumnya,” pungkas Andrie. bob

Pos terkait