Mundurnya Koyem Mengubah Peta Politik Pilkada Kalteng

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pernyataan mundurnya H Nadalsyah atau Koyem sebagai Calon Gubernur Provinsii Kalimantan Tengah Priode 2020 – 2024 mendatang, mendapat tanggapan dan komentar dari berbagai pihak. Pengamat menilai, mundurnya Koyem sebagai Calon Gubernur akan mengubah peta perpolitikan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalteng.

Pengamat Politik dan Kemasyarakatan di Provinsi Kalimantan Tengah, H.A Basuniansyah di Palangka Raya, Sabtu (25/4) menilai, mundurnya Bupati Barito Utara tentu ada pengaruhnya, secara positif diantaranya memberikan nuansa kedepan, diantara mendorong petahana akan mendapat suara yang lebih besar.

Kemudian tidak menutup kemungkinan saingan-saingan petanaha yang akan muncul dan tampil nanti akan memberikan nilai atau respon yang lebih tinggi, dari apa yang lihat sekarang ini. Selanjutnya dengan situasi dan kondisi sekarang ini, maka akan terjadi perubahan dari sisi kaderisasi kepemimpinan daerah Kalteng.

Diantaranya apakah nanti pada Pilkada Kalteng akan terjadi pemilihan dengan dua pasang calon, antara petahanan dengan calon lainnya, kemudian apakah mungkin terjadi hanya diikuti satu pasang calon saja.

Namun menurut H.A.Basuniansyah yang dikenal sebagai mantan seorang birokrat di Kalteng ini, dengan mundurnya Koyem, tidak menutup kemungkinan pada Pilkada Kalteng nanti juga akan muncul calon-calon lainnya.

“Melihat situasi dan perkembangan terakhir nanti, tidak menutup kemungkinan juga akan muncul calon-calon lainnya,” ungkap Basuniansyah yang juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyaratan di daerah ini.

Karena menurutnya, ada dua hal yang akan memunculkan calon-calon lainnya adalah,pertimbangannya adalah dari eskalasi ekonomi politik dan eskalasi kepemimpinan di Kalteng ini.

Karena tugas seorang pimpinan di Kalteng pada masa pendatang akan sangat berat, diantaranya dalam rangka mengatasi mewabahnya virus corana atau covid-19 ini. Ini juga berkaitan dengan perolehan suara pemimpin dimasa mendatang, sehingga tidak menutup kemungkinan akan muncul calon lain.

H.A.Basuniansyah misalnya menyebut munculnya Rudy Yulianto yang menyatakan siap untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Kalteng mendatang, inikan adalah tiba-tiba. Sehingga, tidak menutup kemungkinan nanti akan muncul calon-calon lainnya, yang lebih baik dari yang ada sekarang.

Namun kalau pada akhirnya nanti hanya akan muncul dua pasang calon saja, H.A Basuniansyah menilai akan terjadi persaingan ketat dalam perebutan suara, antara petahana dan pasangan lawannya.

Tapi menurut H.A.Basuniansyah lagi, siapa tahu nanti Koyem, kembali berubah pikiran dan tetap kembali mencalonkan diri. Karena pernyataan kemunduran diri Koyem dinilainya hanya dalam konselasi politik sementara. Karena Pilkada Kalteng pada Desember 2020 mendatang, masih cukup lama.

“Ini khan hanya bahasa politik, apakah mundur sementara , atau ini hanya strategi saja, waktu masih panjang sekitar 7 bulan. Atau dia (Koyem) menyatakan mundur istilah politik, atau dia menunggu waktunya nanti,” ungkap Basuniansyah lagi.

H.A Basuniansyah mengatakan, tentu warga masyarakat masih menunggu langkah dari Koyem selanjutnya, karena penyataan dari DPP Partai Demokrat Pusat belum ada, mundurnya itu hanya pernyataan dari Koyem, belum ada pernyataan dari DPP Partai Demokrat.

Karena kalau mengikuti perkembangan pemberitaan selama ini, DPP Partai Demokrat Pusat seperti dikemukakan oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) putera Ketua Umum Partai Demokrat, bahwa Partai Demokrat solid mendukung H Nadalsyah maju pada Pilkada Kalteng. jsi

iklan atas

Pos terkait

iklan atas