Dewan Akan Bentuk Pansus Penggunaan Anggaran Covid-19

  • Whatsapp
iklan atas
PALANGKA RAYA/tabengan.com- Lembaga DPRD Provinsi Kalteng tidak menghambat proses penganggaran yang berdasarkan SKB 2 Menteri. Penegasan ini menepis tudingan Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabran yang menyebut Dewan hambat anggaran penanganan Covid-19.
“Penganggaran tersebut harus direncanakan dengan matang.  Mari kita bandingkan dengan provinsi lain, dengan jumlah penduduk, geografis dan kemampuan APBD-nya. Contoh Provinsi Kalsel yang sudah PSBB menganggarkan sekitar Rp400 M, dan Kalbar menganggarkan sekitar Rp 300 M,” kata Bryan Iskandar, Anggota DPRD Provinsi Kalteng dari Fraksi NasDem, Jumat (24/4/2020).
Bryan menegaskan, contoh tersebut sebagai pembanding, pihaknya hanya ingin menjalankan fungsi budgeting (penganggaran) dan pengawasan.
“Kami akan mengusulkan kepada pimpinan untuk membentuk Pansus Pencegahan Covid-19, untuk mengawasi dana yang dianggarkan oleh Pemprov. Kami tidak akan membiarkan dana sebesar itu tanpa pengawasan. Kami juga mengajak aparat penegak hukum untuk ikut serta mengawasi anggaran tersebut,” kata dia.
Perlu digarisbawahi sekali lagi, imbuh Bryan, lembaga DPRD Provinsi Kalteng tidak menghambat proses penganggaran dana anggaran pencegahan Covid-19. hil/dor
iklan atas

Pos terkait

iklan atas