Positif Covid-19 Kalteng Hampir 100

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kalimantan Tengah terus menambah angka pasien yang dinyatakan positif Corona atau Covid-19. Sekarang ini, pasien yang dinyatakan positif Covid-19 sudah mendekati angka 100 pasien, atau tepatnya 94 pasien, setelah mengalami penambahan sebanyak 11 pasien pada Jumat (24/4). Sebelumnya pasien yang dinyatakan positif Covid-19 berjumlah 83 pasien.

Demikian disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalteng yang juga Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, berkenaan dengan data terbaru penyebaran kasus Covid-19 di Kalteng, Jumat. Naiknya pasien yang dinyatakan positif, membuat jumlah yang menjalani perawatan sebanyak 80 pasien, 9 dinyatakan sembuh, sementara jumlah meninggal dunia bertambah 1 menjadi 5, dari sebelumnya 4.

“Kenaikan angka yang meninggal dunia itu, membuat persentase angka kematian di Kalteng ikut naik menjadi 5,3 persen. Penambahan pasien juga terjadi pada Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Sekarang ini PDP di Kalteng kembali bertambah sebanyak 4 pasien, sehingga total PDP di Kalteng berjumlah 77 pasien, dari sebelumnya 71 pasien,” kata Sugianto, saat menyampaikan siaran pers Covid-19.

Dikatakan dia, kenaikan pasien positif dan PDP, berbanding terbalik dengan Orang Dalam Pengawasan (ODP). Setelah sempat naik, ODP di Kalteng kembali turun sebanyak 19 orang, sehingga total ODP sekarang ini di Kalteng 296, dari sebelumnya 277 orang. Sementara totas tes RT-PCR di Kalteng ada sebanyak 831, terbagi atas 94 dinyatakan positif, 166 dinyatakan negatif, dan 121 masih dalam pemeriksaan.

Sugianto menekankan, masyarakat dapat menahan diri di rumah. Apabila memang tidak ada keperluan mendesak, untuk tidak keluar rumah. Itu menjadi salah satu upaya dalam memutus mata rantai penyebaran ini. Pemerintah memiliki program dalam penanganan, tapi bila masyarakat tidak ikut ambil bagian, maka usaha yang dilakukan menjadi sia-sia.

“Sekarang ini mari bersama-sama bertanggung jawab dalam melakukan pemutusan rantai penyebaran virus,” kata Sugianto.

Masyarakat juga diminta untuk menjaga kebersihan, mencuci tangan di air mengalir. Beberapa kebijakan dan langkah tersebut, diharapkan dapat segera mengakhiri penyebaran Covid-19 di Kalteng.

Sementara di Indonesia sendiri, berdasarkan data www.covid19.go.id sampai dengan 24 April 2020 pukul 16.00 WIB, positif Covid-19 bertambah 436 pasien, dari sebelumnya 7.775 pasien menjadi 8.211. Sebanyak 1.002 di antaranya sembuh atau bertambah 42 dari sebelumnya 960, sementara angka meninggal dunia mencapai 689 pasien, tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Tingkat dunia, terdapat 213 negara atau kawasan yang terdampak Covid-19. Dari semua negara tersebut, terdapat 2.725.344 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi, dengan angka kematian mencapai 191.055 pasien, sementara yang sembuh 745.818 pasien.

PDP Kapuas Meninggal di Gumas
Satu orang PDP rujukan dari Puskesmas Sei Hanyo, Kecamatan Kapuas Hulu, Kabupaten Kapuas meninggal dunia di RSUD Kuala Kurun, Gumas, Rabu (22/2). PDP itu meninggal saat hendak dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus, Palangka Raya.

Pasien wanita umur 41 tahun dirujuk oleh Pukesmas Sei Hanyo ke Rumah Sakit Kuala Kurun pada 19 April 2020. Di rumah sakit itu dinyatakan PDP dan akan dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus , namun saat itu penuh. Pasien kemudian meninggal di RS Kurun pada Rabu (22/4).

“Kami dapat kabar pukul 16.00 WIB,” kata juru bicara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas dokter Try Setya Utami, Kamis (24/4).

27 Klaster Gowa Diperiksa
Sebanyak 27 orang klaster Gowa lakukan pengambilan swab sampel di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dengan ditangani oleh 15 orang tim medis setempat, Jumat (24/4).

Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dr Fahruddin mengatakan, pihaknya melakukan pengambilan swab sampel terhadap 35 orang, terdiri dari 27 orang klaster Gowa dan 8 orang dari Kabupaten Lamandau yang merupakan klaster Pesantren Temboro.

“Ada 35 orang yang kita ambil swab sampelnya, 35 orang itu 27 orang dari Kabupaten Kobar yang masuk klaster eks rombongan jemaah tabligh Gowa dan 8 orang dari Kabupaten Lamandau, mereka klaster Pesantren Temboro. Begitu kita ambil swabnya langsung dikirim ke Laboratorium Balai Besar Surabaya,” kata Fahruddin.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kobar Achmad Rois melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kobar Ahmad Sulkan mengatakan, saat ini pihaknya melakukan pengambilan swab sampel terhadap eks rombongan jemaah tabligh Gowa berjumlah 69 orang. Sebelumnya telah dilakukan penanganan dan ada juga melakukan isolasi.

Kotim Tambah 3 Positif
Jumlah penderita positif Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali bertambah. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim Multazam K Anwar mengumumkan, per 24 April pukul 12.00 WIB, pasien positif Covid-19 di Kotim bertambah 3 orang menjadi 12 orang.

Dengan rincian Kecamatan MB Ketapang 4 orang, Telawang 1 orang, Kota Besi 2 orang, Baamang 2 orang dan Parenggean 1 orang.

“Penambahan dari kenaikan status ODP. Total yang mendapat perawatan 10 orang, 1 sembuh dan 1 meninggal dunia, sehingga total 12 orang,” katanya, Jumat (24/4).

Multazam mengungkapkan, penambahan pasien positif bukan berasal dari klaster Gowa dan Jakarta. Juga bukan dari transmisi lokal maupun tenaga medis yang beberapa waktu lalu diisolasi. Saat ini pihaknya masih terus melakukan pelacakan dan penelusuran, terutama di lingkungan sekitar wilayah pasien positif.

“Semua pasien positif dan PDP dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit dr Murjani Sampit. Kita doakan semoga kondisinya baik,” harapnya.

Selain merawat pasien lokal, jelas Multazam, RSUD dr Murjani Sampit juga merawat pasien positif yang berasal dari Kabupaten Katingan 4 orang dan Kabupaten Seruyan 1 orang. ded/c-mdo/c-uli/c-may

iklan atas

Pos terkait

iklan atas