Hari Kartini, Wanita-wanita Perkasa di Tengah Wabah Covid-19

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Hari Kartini yang setiap tahun diperingati pada tanggal 21 April, kali ini tidak terlihat semaraknya. Hal itu mengingat saat ini sedang marak wabah Covid-19. Namun begitu, semangat Kartini terus membara dalam diri kaum wanita Indonesia.

Seperti halnya Lusi, seorang wanita yang melakukan pekerjaan mencari pakan ternak dari limbah-limbah makanan di Jalan Hiu Putih, Kota Palangka Raya, Selasa (21/4).

Dibincangi Tabengan saat istirahat, Lusi mengaku sudah 5 tahun melakukan pekerjaan mencari limbah makanan untuk pakan ternak. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Apa boleh buat, namanya cari makanan untuk kebutuhan hidup, sekalipun setiap harinya mengais limbah mencari makanan sisa yang dapat digunakan lagi untuk pakan ternak. Juga rongsongkan-rongsokan kalau bisa dijual. Memang kalau dipikir kotor dan baunya, siapa yang sanggup, tapi mau apalagi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Lusi mengaku semenjak wabah Covid-19, ternyata memengaruhi pekerjaannya. Ibu dari 2 anak ini menuturkan, selama wabah Covid-19 limbah makanan pun jumlahnya kurang.

“Karena sepi juga orang yang jualan, jadi limbahnya juga sepi. Rongsokan juga sulit hanya dapat sedikit. Orang mencari banyak, dan yang membuang sedikit. Selain itu, jualnya susah karena tidak ada orang beli,” imbuhnya.

Bertepatan momen Hari Kartini, Lusi berharap agar para wanita Indonesia, khususnya Kalteng terlebih Kota Palangka Raya, tidak mudah putus asa serta terus melakukan yang terbaik selama ada kesempatan.

“Hidup ini keras jangan mengeluh, apalagi ekonomi saat ini sedang susah,” tandasnya.

Berjibaku di Rumah Sakit
Semangat dan jiwa RA Kartini terus bergelora di hati kaum wanita. Semangat persamaan hak dan emansipasi tanpa ada sekat gender membuat kaum wanita dapat berkiprah di setiap dimensi profesi yang ada. Salah satunya sebagai tenaga kesehatan.

Di tengah musibah Covid-19, para tenaga kesehatan wanita ikut berjuang bersama dengan tenaga kesehatan kaum pria dalam menghadapi segala kemungkinan terburuk dan berupaya mengatasi wabah bersama.

Pada momen peringatan Hari Kartini tahun 2020, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus, drg Yayuk Indriaty Sp.KGA mengaku prihatin. Saat ini banyak tenaga kesehatan di rumah sakit yang didominasi wanita tetap mendedikasikan dirinya dan memiliki motivasi yang kuat untuk berperan dalam penanganan wabah Covid-19.

“Seluruh tenaga kesehatan wanita di tengah kewajiban menjaga kesehatan pribadi dan menjaga keluarga, juga tidak mengesampingkan seluruh kemampuan mereka untuk menjaga, melayani dan mengobati pasien, baik yang diisolasi maupun di ruang perawatan biasa,” ujar Yayuk saat dibincangi Tabengan, Selasa (21/4).

Lebih lanjut Yayuk mengatakan, apa yang dilakukan dengan prinsip pengendalian infeksi dan kewaspadaan standar sesuai dengan zonanya untuk tidak tertular dan tidak menularkan penyakit Covid kepada siapa pun.

“Dipenuhi oleh rasa prihatin dengan kondisi negara kita sedemikian ini, rasa sedih dan duka kami jika pasien kritis dan meninggal dunia. Kadang juga bersuka karena pasien sembuh dan jika diisolasi pasien dinyatakan negatif Covid-19 itu menjadi bagian keseharian kami,” imbuhnya.

Dikatakan dia, semua bersabar dan mencoba untuk saling menguatkan, saling dukung, menghandel masalah dan berbagai dinamika di lingkungan kerja dengan baik agar pelayanan tetap berjalan.

Yayuk juga mengakui dan mengapresiasi apa yang dilakukan pihak-pihak di luar tembok RS dan di luar zona isolasi, para wanita telah banyak berupaya sekuat tenaga untuk mengatasi persoalan di bidangnya masing-masing.

“Kita berdoa agar musibah ini berlalu, menjadi wanita yang semakin kuat dan negara hebat dengan mengambil hikmah dari semua musibah ini. Kami mengucapkan selamat Hari Kartini tahun 2020,” tutup Yayuk. dsn

Pos terkait