Wartawan Meninggal, Dokter dan Perawat Diisolasi

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Seorang wartawan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kabupaten Seruyan yang sedang dirawat di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, meninggal dunia, Selasa (21/4). Sebelum dirujuk ke Palangka Raya, pasien tersebut sempat dirujuk ke RSUD Murjani Sampit, Kotawaringin Timur.

“Betul, tadi pagi (Selasa) seorang pasien berumur 50 tahun meninggal. Karena penyakitnya, hasil pemeriksaan fisik, laboratorium dan rontgen, maka beliau ditetapkan sebagai PDP,” kata drg Yayuk Indriaty, Direktur RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, Selasa.

Kepala Bidang Diklit, Pengembangan dan Humas RSUD Doris Sylvanus dr Riza Syahputra menambahkan, pasien yang meninggal tersebut berdasarkan hasil tes cepat atau rapid test adalah reaktif.

“Pemeriksaan swab laboratorium sudah dilakukan dan hingga saat ini hasilnya belum keluar,” katanya.

Pasien sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum berdasarkan protokol penanganan Covid-19.

Perawat dan Dokter Diisolasi
Sementara itu, sejumlah dokter dan perawat yang bertugas di ruang IGD RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotim diisolasi menyusul adanya kasus PDP asal Seruyan yang meninggal di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Selasa.

Wakil Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Yudha Herlambang mengatakan, sebanyak 12 perawat dan 5 dokter di RSUD Murjani Sampit sempat merawat PDP asal Seruyan, sebelum kembali dirujuk ke RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.

“Para dokter dan perawat yang kontak melayani pasien dilakukan isolasi mandiri,” katanya, Selasa siang.

Diungkapkan dr Yudha, pihaknya Senin (20/4) merujuk pasien dari Kabupaten Seruyan dengan permasalahan cardiovascular. Namun, ketika ada informasi bahwa pasien tersebut dilakukan rapid test reaktif, maka manajemen RSUD dr Murjani Sampit langsung bersikap dan berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kotim untuk memutuskan potensi dampak dan evaluasi.

“Kita segera mengambil sikap untuk mengantisipasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kotim dr Faisal Novendra Cahyanto mengatakan, pihaknya juga akan menelusuri ke Kabupaten Seruyan terkait riwayat perjalanan PDP yang meninggal. Jika hasil lacakan riwayat perjalanan negatif, maka hal tersebut menurunkan risiko bagi para tenaga medis yang sempat kontak dengan yang bersangkutan. ant/c-may

Pos terkait