Satu Positif Covid-19, Lamandau Masuk Zona Merah

  • Whatsapp

NANGA BULIK/tabengan.com – Berdasarkan hasil swab, satu orang warga Kabupaten Lamandau yang sebelumnya dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP), telah terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itu seperti disampaikan Bupati Lamandau H Hendra Lesmana saat menggelar press release di aula Setda setempat, Selasa (21/4/2020).

“Dari hasil swab, 1 warga kita positif Covid-19. Oleh sebab itu, secara otomatis status daerah kita (Lamandau) juga naik, dari semula statusnya siaga darurat menjadi tanggap darurat. Jadi Lamandau yang semula zona kuning, kini masuk zona merah,” ungkapnya yang didampingi Pj Sekda Lamandau, H Masrun dan unsur TNI Polri.

Adapun langkah-langkah menyikapi hal ini, di antaranya sudah melakukan koordinasi dengan semua unsur yang ada di Lamandau, baik TNI maupun Polri.

“Salah satunya termasuk melakukan tracking terhadap keluarga dan sanak famili yang bersangkutan,” ujarnya.

Kemudian, imbuh dia, adapun warga yang berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) atau yang datang dari daerah terpapar Covid-19, hingga hari ini berjumlah 11 orang.

“Dan, akan kita lakukan pengambilan swab untuk 5 orang ODP dengan terlebih dahulu dilakukan rapid test,” terangnya.

Kaitan dengan naiknya status Lamandau, ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang dan senantiasa memerhatikan serta mengikuti arahan dan petunjuk dari pemerintah.

“Karena upaya pencegahan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, melainkan perlu keterlibatan semua pihak. Kita harus menyadari bahwa pemahaman terhadap pencegahan ini harus dilakukan bersama, termasuk masyarakat,” bebernya.

Hal selanjutnya, kepada masyarakat yang baru datang, ia mengimbau agar secara sadar melaporkan posisi serta perjalanan yang dilakukan. Sehingga Pemda dan gugus tugas bisa menginventarisir serta melacak keberadaannya agar sebaran virus bisa dicegah.

Diketahui, seorang warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 adalah warga dari Kecamatan Bulik. Dan saat ini tengah mendapat perawatan instensif di Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya. c-kar

Pos terkait